SUMENEP – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang dua desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Bencana tersebut merusak sedikitnya 27 rumah warga dan menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.
Peristiwa itu melanda Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, serta Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, pada Minggu (1/2/2026). Tim tanggap bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.
Namun, hujan yang terus mengguyur serta kondisi gelap akibat pemadaman listrik menghambat proses pendataan hingga malam hari. Sejumlah pohon tumbang merusak jaringan listrik, sehingga pasokan listrik di wilayah terdampak terputus.
BPBD Kabupaten Sumenep menjadwalkan lanjutan pendataan pada Senin (2/2/2026) pagi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, dan Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto.
Baca juga: Tembok Rumah Roboh di Situbondo, Nenek dan Dua Cucu Terluka
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Ahmad Laili, menyampaikan bahwa data sementara mencatat sekitar 27 rumah terdampak akibat bencana tersebut.
“Data sementara kurang lebih ada 27 rumah yang terdampak,” ujar Ahmad Laili, dikutip dari detikJatim, Senin (2/2/2026).
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Muncar RT 001/RW 001, Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto. Angin kencang merobohkan pohon besar yang menimpa dua rumah milik warga bernama Matsuri dan Abdur Rahman hingga mengalami kerusakan berat.
Saat kejadian, sejumlah warga masih berada di dalam rumah. Kondisi tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka. Warga dan petugas segera mengevakuasi para korban dan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Desa Pakandangan Barat, Ali Maki, menjelaskan bahwa seluruh korban luka langsung mendapat penanganan medis setelah dievakuasi dari rumah yang tertimpa pohon tumbang.
“Pada saat kejadian warga masih berada di dalam rumah yang tertimpa pohon tumbang. Ada enam orang yang menjadi korban luka-luka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Ali Maki.














