Gapoktan Giligenting Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan, Perkuat Sinergi Petani dan Penyuluh

Gapoktan Giligenting bersama Korluh dan PPL mengikuti tasyakuran swasembada pangan di Kabupaten Sumenep
Anggota Gapoktan Giligenting, Korluh, dan PPL mengikuti tasyakuran swasembada pangan secara daring dari Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep (Foto: Rahman - KIM Konengan)

SUMENEP – Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Giligenting bersama Korps Penyuluh Pertanian (Korluh) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengikuti kegiatan tasyakuran swasembada pangan secara daring melalui platform Zoom, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas capaian kemandirian pangan sekaligus ajang memperkuat kolaborasi lintas sektor pertanian di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Dalam pemaparan materi, para narasumber menjelaskan perkembangan kebijakan swasembada pangan di tingkat nasional hingga daerah. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri dan menargetkan penghentian impor sejumlah komoditas strategis pada 2025. Selain itu, pemerintah menargetkan swasembada pangan secara menyeluruh paling lambat pada 2027.

Perwakilan Gapoktan Giligenting menyampaikan bahwa sinergi bersama Korluh dan PPL telah membuka akses petani terhadap pelatihan teknik budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta dukungan sarana dan prasarana produksi. Kolaborasi tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing petani lokal.

Sementara itu, Korluh Giligenting, Tri Maryono menekankan pentingnya pengelolaan program bantuan pemerintah secara transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya langsung dirasakan petani, khususnya dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.

“PPL secara aktif mendampingi petani, mulai dari penerapan praktik pertanian terbaik, manajemen usaha tani berbasis kelompok, hingga strategi pemasaran hasil panen,” ujarnya.

Menurut Tri Maryono Indonesia saat ini mulai memasuki fase swasembada pangan dan berkomitmen menghentikan impor beberapa komoditas. Ia menyebut jagung, padi, dan tebu sebagai komoditas prioritas nasional.

“Gapoktan Giligenting perlu menetapkan komoditas unggulan berbasis potensi lokal agar mampu bersaing dengan kelompok tani lain di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Musholla Darul Muttaqin, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, yang juga merupakan kediaman salah satu ketua kelompok tani setempat. Aparat kepolisian dan Koramil Giligenting turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Seluruh peserta sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan, sekaligus menyiapkan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *