Bakesbangpol Sumenep Perkuat Dialog dengan Mahasiswa lewat FGD di Universitas Wiraraja

Sekretaris Bakesbangpol Sumenep Edy Suprayitno berbicara dalam FGD di Universitas Wiraraja bersama mahasiswa dan aktivis
Sekretaris Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno, saat menyampaikan materi dalam FGD bersama BEM KM Universitas Wiraraja Madura

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menegaskan komitmennya memperkuat jalur komunikasi dengan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

Keseriusan itu terlihat saat Bakesbangpol hadir sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Wiraraja Madura.

Sekretaris Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno, menyampaikan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka terhadap kritik maupun ide warga. Ia menegaskan, masyarakat bisa menyampaikan pendapat melalui berbagai kanal resmi, seperti forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), diskusi publik di instansi pemerintah, hingga mekanisme penyampaian aspirasi langsung.

“Dalam forum FGD itu saya tekankan bahwa pemerintah daerah berperan sebagai pihak terdekat dengan masyarakat, pendengar aspirasi, fasilitator dialog, pembuat kebijakan, sekaligus evaluator program,” ujar Edy, Selasa (23/9/2025).

FGD kali ini mengusung tema “Refleksi 1998 dalam Aksi Demonstrasi Agustus 2025: Suara Rakyat atau Manuver Elit”. Selain Bakesbangpol, hadir pula sejumlah narasumber lain, di antaranya pengamat politik Hidayaturrahman, anggota DPRD Sumenep Ahmad Yazid, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, jurnalis Moh. Busri, serta aktivis muda Abdul Mahmud dan Dimas Wahyu Abdillah.

Dalam kesempatan itu, Edy menekankan pentingnya membangun komunikasi sehat antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pola komunikasi yang baik akan memperkuat implementasi kebijakan, menjaga kepercayaan publik, serta mencegah potensi konflik sosial di daerah.

“Stabilitas daerah bisa terjaga jika ruang dialog diperluas. Dengan begitu, kebijakan lebih tepat sasaran, kepercayaan publik meningkat, dan konflik sosial dapat ditekan,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita