FALIHMEDIA.COM – Di era digital, ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Tak sedikit orang yang membawa perangkat tersebut ke mana pun, termasuk ke kamar mandi. Kebiasaan menggunakan ponsel saat buang air besar, baik untuk scrolling media sosial, menonton video, maupun membalas pesan, kerap dianggap sepele.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa membawa ponsel ke kamar mandi dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari paparan bakteri hingga gangguan pada sistem pencernaan.
Kamar mandi dikenal sebagai salah satu area dengan tingkat kontaminasi kuman tertinggi di dalam rumah. Berbagai permukaan seperti kloset, wastafel, keran air, hingga gagang pintu menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus berbahaya. Ketika ponsel dibawa ke area ini, permukaannya berpotensi menjadi media penularan penyakit.
Pakar pengendalian infeksi asal Inggris, Dr. Hugh Hayden, menyebut ponsel dapat mengandung jumlah kuman hingga sepuluh kali lebih banyak dibandingkan dudukan toilet. Hal ini disebabkan kebiasaan pengguna yang sering meletakkan ponsel di berbagai permukaan tanpa mengetahui tingkat kebersihannya.
Sejumlah penelitian mikrobiologi menunjukkan ponsel dapat terkontaminasi bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus, Streptococcus, hingga Klebsiella. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan diare, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, hingga gangguan pernapasan. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui memiliki resistansi terhadap antibiotik.
Tak hanya bakteri, ponsel juga berpotensi menjadi media penularan virus. Virus influenza, norovirus, hingga Covid-19 dapat bertahan di permukaan ponsel selama beberapa hari. Karena itu, sejak pandemi Covid-19, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pembersihan dan disinfeksi ponsel secara rutin.
Selain risiko infeksi, penggunaan ponsel di kamar mandi juga berdampak pada sistem pencernaan. Terlalu lama duduk atau jongkok saat bermain ponsel dapat mengganggu proses buang air besar dan meningkatkan risiko sembelit. Durasi ideal berada di toilet disarankan tidak lebih dari 10 menit.
Kebiasaan tersebut juga dapat memicu wasir. Duduk terlalu lama menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus, sehingga memicu pembengkakan, nyeri, hingga perdarahan.
Dari sisi kesehatan mental, membawa ponsel ke kamar mandi membuat otak tidak mendapatkan waktu istirahat. Alih-alih menjadi momen jeda, otak justru terus menerima rangsangan digital, yang dalam jangka panjang dapat menurunkan fokus dan kemampuan berpikir jernih.
Tak kalah penting, posisi tubuh yang terlalu lama saat menggunakan ponsel di kamar mandi juga dapat memicu nyeri punggung bawah, lutut, hingga pusing akibat perubahan tekanan darah saat berdiri.
Melihat berbagai risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk membatasi penggunaan ponsel di kamar mandi, menjaga kebersihan tangan, serta rutin membersihkan ponsel guna mengurangi potensi penularan penyakit.











