FALIHMEDIACOM | JAWA BARAT – Aura Cinta, gadis asal Bekasi yang sempat viral karena berani menyampaikan pendapat kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini menghadapi tekanan mental berat. Ayahnya, Agus, mengungkap penyesalan mendalam karena telah membujuk sang putri untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Agus, Aura tidak terguncang karena debatnya, namun akibat hujatan masif dari warganet setelah video debat itu viral di media sosial. Sejak kejadian tersebut, Aura menarik diri dari aktivitas digital dan mengalami tekanan mental yang cukup serius.
“Aura sempat curhat di media sosial. Ia merasa terpukul karena hinaan yang datang bukan hanya soal pendapat, tapi juga menyerang fisik dan pribadinya,” ujar Agus dalam tayangan XPOSE UNCENSORED Trans 7, dikutib Sabtu (3/5/2025).
Aura mengaku tidak pernah berniat berdebat. Dirinya hanya ingin menyampaikan keluhan mengenai penggusuran rumah di bantaran kali Bekasi. Namun, diskusi justru melebar hingga ke topik pelarangan wisuda sekolah.
“Saya pikir cuma bahas penggusuran, ternyata malah membahas perpisahan sekolah. Saya tidak tahu topiknya akan ke sana,” jelas Aura yang kini tengah mempersiapkan diri masuk Universitas Indonesia, jurusan Filsafat.
Walau awalnya menuai kritik, keberanian Aura justru dipuji oleh Dedi Mulyadi. Ia menyebut Aura sebagai anak yang cerdas dan berani menyuarakan pendapat.
“Anak itu pintar, berani menyampaikan langsung ke gubernur,” ujar Dedi dalam tayangan YouTube iNews (29/4/2025).
Namun, di balik pujian tersebut, keluarga Aura justru dilanda penyesalan. Ibunya pun merasa tidak terima dengan banyaknya hujatan yang diterima putrinya.
“Saya tidak ikhlas melihat anak saya dihujat seperti itu,” ujarnya dengan sedih.
Dengan segala tekanan yang dialami, Aura akhirnya meminta maaf kepada publik.
“Kalau ada salah kata, sikap atau ekspresi wajah saya yang terlihat menyebalkan, saya minta maaf. Saya lahir dengan muka seperti ini,” tutur Aura dengan jujur.
Kini, Aura memilih fokus menghadapi ujian masuk UI yang digelar pada 28–29 Juni 2025, dengan harapan bisa menata masa depan yang lebih baik meski sempat terguncang secara mental.














