Tekno  

Akun WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir dan Kirim Judi Online? Waspadai 3 Modus Ini

Akun WhatsApp diblokir setelah terdeteksi mengirim spam judi online.
Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Pengguna perlu memeriksa keamanan akun jika WhatsApp tiba-tiba diblokir dan terdeteksi mengirim pesan spam.

JAKARTA – Sejumlah pengguna WhatsApp mengeluhkan akun mereka tiba-tiba diblokir oleh platform. Saat mencoba mengakses akun, pengguna mendapatkan keterangan bahwa WhatsApp tengah melakukan peninjauan terhadap akun tersebut.

Masalah semakin mengkhawatirkan karena sejumlah pengguna mengaku tidak pernah mengirim pesan massal berisi tautan judi online. Namun, riwayat akun justru menunjukkan aktivitas pengiriman pesan tersebut ke sejumlah nomor yang tidak dikenal.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menemukan pola tersebut dalam sejumlah kasus yang dilaporkan pengguna. Menurutnya, aktivitas pengiriman spam judi online dapat menjadi indikasi bahwa akun telah disalahgunakan pihak lain.

Alfons menjelaskan, WhatsApp secara umum memblokir akun karena beberapa pelanggaran, termasuk penggunaan aplikasi WhatsApp tidak resmi serta aktivitas pengambilan data pengguna lain secara otomatis atau scraping.

Namun, dia melihat pola yang berbeda dalam sejumlah kasus terbaru. Pengguna yang mengaku tidak pernah melakukan pelanggaran justru mendapati akun mereka mengirim spam judi online ketika sistem menempatkan akun dalam status peninjauan.

“Pola yang berulang di lapangan sampai hari ini menunjukkan bahwa penyebabnya lebih spesifik daripada sekadar kesalahan deteksi sistem semata,” kata Alfons dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Tiga Modus yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan penelusurannya, Alfons menemukan tiga modus yang kerap muncul dalam kasus penyalahgunaan akun WhatsApp.

Pertama, pelaku menawarkan imbalan kepada pengguna yang bersedia menyewakan akun WhatsApp. Pengguna yang menerima tawaran tersebut berisiko kehilangan kendali atas akunnya atau membuat akun digunakan untuk aktivitas yang melanggar aturan platform.

Kedua, pelaku membobol akun WhatsApp milik korban. Setelah mendapatkan akses, pelaku dapat menggunakan akun tersebut untuk berbagai aktivitas tanpa sepengetahuan pemilik.

Ketiga, pelaku melakukan pencurian sesi atau session hijacking dengan memanfaatkan perangkat lunak pihak ketiga. Cara tersebut memungkinkan pihak lain mendapatkan akses terhadap sesi WhatsApp yang masih aktif.

Alfons mengingatkan bahwa fitur verifikasi dua langkah atau two-step verification tidak selalu dapat mencegah modus pencurian sesi.

Menurut dia, pelaku dapat memanfaatkan proses penautan perangkat melalui pemindaian kode QR. Dalam skenario tersebut, pelaku tidak perlu meminta korban memasukkan PIN verifikasi dua langkah untuk mendapatkan akses melalui perangkat yang ditautkan.

Cara Mengamankan Akun WhatsApp

Pengguna yang mengalami pemblokiran berulang atau mencurigai adanya aktivitas asing pada akun WhatsApp perlu segera memeriksa keamanan akun.

Pertama, pengguna sebaiknya hanya menggunakan aplikasi WhatsApp resmi. Jangan menginstal aplikasi modifikasi seperti GB WhatsApp, FM WhatsApp, atau aplikasi sejenis yang tidak berasal dari sumber resmi.

Pengguna juga perlu memeriksa perangkat yang terhubung dengan akun secara berkala. Caranya dengan membuka menu Setelan > Perangkat Tertaut.

Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, pengguna sebaiknya segera mengeluarkan perangkat tersebut dari akun.

Selain itu, pengguna harus menjaga akses akun dan tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun. Pengguna juga perlu berhati-hati ketika menerima permintaan untuk memindai kode QR, terutama jika pihak yang meminta tidak dapat dipastikan identitas dan keamanannya.

Langkah tersebut penting karena pengambilalihan akun tidak selalu terjadi melalui pencurian kode OTP. Pelaku juga dapat memanfaatkan penautan perangkat untuk mendapatkan akses ke akun korban.

Dengan memeriksa perangkat tertaut secara berkala, menggunakan aplikasi resmi, dan menjaga kerahasiaan kode keamanan, pengguna dapat mengurangi risiko akun WhatsApp disalahgunakan untuk mengirim spam maupun aktivitas ilegal.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.