FALIHMEDIA.COM – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Meta Platforms, kembali mendapat tekanan dari Uni Eropa terkait kebijakan bisnis digitalnya.
Melalui aturan Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA), Uni Eropa memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar yang dinilai berpotensi menghambat persaingan pasar.
Komisi Eropa kini meminta Meta membuka kembali akses layanan WhatsApp bagi chatbot kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga secara gratis. Kebijakan tersebut berlaku hingga proses penyelidikan dugaan pelanggaran persaingan usaha terhadap Meta selesai.
Sebelumnya, sejak November 2025, Meta menghentikan akses chatbot pihak ketiga di WhatsApp. Langkah tersebut kemudian mendapat perhatian dari Komisi Eropa karena dinilai dapat membatasi ruang kompetisi dalam layanan asisten AI.
Baca juga: Cara Efektif Memulihkan Akun WhatsApp yang Dibajak dan Tips Mencegahnya
Komisi Eropa menyatakan keputusan sementara itu diperlukan untuk mencegah dampak negatif terhadap persaingan di pasar digital.
Dalam penyelidikannya, regulator Eropa menilai Meta memiliki posisi dominan dalam pasar aplikasi komunikasi konsumen di kawasan Ekonomi Eropa sejak Januari 2023.
Meta diduga menyalahgunakan posisi tersebut dengan membatasi akses asisten AI serbaguna milik perusahaan lain terhadap API WhatsApp Business.
Baca juga: Kenali 6 Tanda WhatsApp Disadap dan Cara Mengamankan Akun dari Peretas
“Meta diduga mencegah asisten AI pesaing menggunakan API WhatsApp for Business,” demikian pernyataan Komisi Eropa yang dikutip dari Reuters.
Pada Maret 2026, Meta sebenarnya telah kembali memberikan akses kepada chatbot AI pihak ketiga di WhatsApp. Namun, layanan tersebut dikenakan biaya sehingga Komisi Eropa menilai langkah itu belum cukup untuk mengembalikan kondisi persaingan yang sehat.
Dengan keputusan terbaru ini, Meta harus mengembalikan sistem seperti sebelum Oktober 2025, ketika chatbot AI pihak ketiga dapat mengakses WhatsApp tanpa biaya.
Baca juga: Meta Hadirkan Pembaruan Besar Facebook, Alihkan Fokus dari Metaverse ke Fitur yang Lebih Dekat dengan Pengguna Muda
Kewajiban tersebut akan berlaku sampai Komisi Eropa mengeluarkan keputusan akhir terkait dugaan praktik monopoli yang dilakukan Meta.
Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian tekanan Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi besar Amerika Serikat dalam upaya membatasi dominasi pasar digital dan memastikan persaingan yang lebih adil.













