FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Kericuhan terjadi di SDN Duko 1, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, pada Senin (26/5/2025) pukul 08.30 WIB, saat seorang pria yang mengaku anggota LSM Bidik mendatangi ruang guru dengan emosi tinggi. Dalam video berdurasi hampir tiga menit yang kini viral di media sosial, pria tersebut tampak menggebrak meja dan terlibat adu mulut dengan sejumlah guru.
Aksi tak terpuji itu memicu reaksi keras dari Ketua Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Sumenep, A. Rahman. Ia menyayangkan tindakan kasar tersebut yang berpotensi menimbulkan trauma bagi siswa serta mengganggu proses belajar mengajar.
“Saya mengecam keras aksi ini. Dunia pendidikan harus bebas dari tindakan intimidatif. Anak-anak menjadi korban psikologis akibat keributan ini,” tegas Rahman, Selasa (27/5/2025).
Ia menambahkan bahwa perilaku tersebut mencoreng citra pendidikan dan berpotensi merusak keharmonisan sekolah. KPP Sumenep, lanjutnya, akan segera berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak berwenang lainnya untuk menyikapi insiden tersebut.
Menanggapi insiden yang menjadi perbincangan publik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengimbau agar setiap tamu yang datang ke sekolah mematuhi etika dan prosedur yang berlaku.
“Kalau ingin menyampaikan sesuatu, lakukan dengan sopan. Datang baik-baik, sampaikan maksud secara jelas dan santun. Jangan gertak-gertak meja, itu tidak pantas,” ujarnya.
Pihak Dinas menegaskan komitmennya dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah demi mendukung kelancaran kegiatan pendidikan.














