SUMENEP – Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Meski tergolong desa kecil, masyarakat setempat mengandalkan sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan perekonomian desa.
Berdasarkan data Kecamatan Batuan Dalam Angka 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), Desa Patean menjadi salah satu dari tujuh desa di Kecamatan Batuan. Desa ini memiliki luas wilayah 2,89 kilometer persegi atau sekitar 10,66 persen dari total luas Kecamatan Batuan, dengan jumlah penduduk sekitar 900 jiwa.
Desa yang dimekarkan dari Kota Sumenep pada 2004 tersebut menjadikan pertanian sebagai salah satu penopang utama penghidupan masyarakat.
Sekretaris Desa Patean Edi Mariyanto, mewakili Kepala Desa Muhammad Nurullah, menjelaskan sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Petani di sini menanam padi, tembakau, dan jagung serta tanaman pertanian lainnya,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Meski memiliki lahan yang cukup subur, petani Patean menghadapi ancaman banjir yang berulang setiap tahun. Kondisi tersebut dipicu belum tersedianya saluran air yang langsung mengalir ke laut serta luapan Sungai Kebunagung.
Banjir pernah melanda kawasan tersebut pada Januari 2021 dan Desember 2024. Persoalan drainase dan luapan sungai menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Di luar sektor pertanian, sebagian warga bekerja sebagai buruh tani, tenaga pertukangan, serta peternak. Keberagaman mata pencaharian tersebut turut menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Desa Patean juga mendorong penguatan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, BUMDes Patean mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan penggemukan sapi.
“BUMDes sendiri bergerak di bidang peternakan ayam petelur serta penggemukan sapi,” kata Edi.
Pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa, menciptakan peluang kerja, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Losselos Palotan, Ikon Kuliner Desa Patean
Selain pertanian dan peternakan, sektor UMKM turut memberikan warna bagi perekonomian Desa Patean. Sejumlah usaha rumahan berkembang dengan memanfaatkan potensi dan bahan baku lokal.
Salah satu produk yang menonjol ialah Losselos Palotan, makanan tradisional yang menjadi ikon kuliner desa. Bentuknya menyerupai lepet panjang dengan cita rasa khas Madura yang gurih dan legit.
Masyarakat biasanya memesan makanan tersebut untuk acara hajatan maupun perayaan hari besar.
“Losselos Palotan banyak dipesan saat acara hajatan dan hari besar, serta berpotensi menjadi produk oleh-oleh khas Kecamatan Batuan jika dikemas lebih modern,” tambah Edi.
Potensi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, serta promosi yang lebih luas.
Dengan kekuatan sektor pertanian, pengembangan peternakan melalui BUMDes, dan keberadaan kuliner tradisional, Desa Patean memiliki modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Penguatan infrastruktur pertanian, pengelolaan usaha desa, dan pengembangan UMKM diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus membawa Patean menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing di Kecamatan Batuan.















