SUMENEP – Haul Raja-Raja Madura menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, menghormati jasa para leluhur, sekaligus merawat warisan nilai-nilai kepemimpinan yang telah membentuk peradaban masyarakat Madura. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
Berlangsung sehari sebelum peringatan hari jadi kabupaten, haul tersebut mempertemukan sejumlah tokoh Madura dari empat kabupaten, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Kehadiran para tokoh ini memperkuat makna kebersamaan dalam mengenang figur-figur bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan Madura.
Madura tidak hanya dikenal sebagai pulau dengan kekayaan tradisi dan budaya, tetapi juga menyimpan catatan sejarah panjang yang berkaitan dengan dinamika politik dan perkembangan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, termasuk kisah berdirinya Majapahit.
Dalam perjalanan sejarahnya, empat kabupaten di Madura memiliki tokoh-tokoh penting yang meninggalkan jejak kepemimpinan dan pengaruh bagi masyarakat. Di wilayah timur, Sumenep memiliki nama-nama bersejarah yang diawali Aria Wiraraja hingga Tumenggung Prabuwinoto.
Sementara itu, sejarah Pamekasan dan Sampang mencatat sejumlah tokoh, di antaranya Kiai Wonorono, Raden Adipati Pramono atau Pangeran Bonorogo, serta Panembahan Ronggosukowati. Adapun di wilayah barat Madura, terdapat nama Ario Lembu Petteng, Pangeran Demang Plakaran, Pangeran Pragalba, hingga Panembahan Lemah Duwur yang dikenal dalam perjalanan sejarah Dinasti Cakraningrat.
Salah satu tokoh Madura asal Pamekasan, KHR Khalil Muhammad, mengatakan bahwa haul bukan sekadar kegiatan mengenang tokoh masa lampau. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengambil keteladanan dari nilai-nilai baik yang diwariskan para pendahulu sekaligus memanjatkan doa bagi mereka.
“Esensi haul adalah meneladani hal-hal baik yang dicetak para pendahulu kita, dan sekaligus mendoakan para beliau tersebut agar senantiasa mendapat ampunan dan syafaat dari Yang Maha Kuasa,” kata KHR Khalil Muhammad.
Menurutnya, keteladanan para leluhur perlu terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat masa kini. Nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan pengabdian dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat identitas budaya Madura.
Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa peringatan Haul Raja-Raja Madura merupakan kesempatan untuk mengenang tokoh-tokoh pilihan yang telah memberikan sumbangsih bagi perjalanan sejarah daerah dan bangsa.
“Di sini kita memperingati tokoh-tokoh pilihan ini, meneladani dan merefleksikan, serta meneruskan cita-cita besar membangun peradaban bangsa,” ujar Achmad Fauzi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sumenep berharap semangat perjuangan dan nilai-nilai luhur para pendahulu tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Peringatan haul juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan kemajuan fisik, tetapi juga tanggung jawab menjaga sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat.
Dengan merawat ingatan kolektif tentang para raja dan tokoh terdahulu, masyarakat Madura diharapkan semakin memperkuat persatuan serta melanjutkan cita-cita membangun daerah dan bangsa tanpa meninggalkan akar sejarahnya.















