SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat koordinasi Forum Peduli Imunisasi (FORPENSI) guna meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Penguatan Tim Peduli Imunisasi Kabupaten Sumenep di salah satu hotel di Sumenep, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pembentukan forum melalui surat keputusan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program imunisasi.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan memantapkan kerja sama antarpemangku kepentingan agar pelayanan imunisasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya untuk lebih memantapkan kerja sama dalam meningkatkan keberhasilan dan mencakup program imunisasi di Kabupaten Sumenep,” ujar Achmad Syamsuri.
Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan dukungan berbagai pihak sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.
Dalam pertemuan tersebut, Achmad Syamsuri turut menyoroti peningkatan kasus campak pada 2025. Berdasarkan data epidemiologi yang dipaparkan dalam kegiatan itu, sekitar 95 persen penderita yang diperiksa belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan sebagian di antaranya belum pernah menerima imunisasi.
Temuan tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat melalui imunisasi rutin.
Achmad Syamsuri menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fungsi dan peran masing-masing lembaga atau organisasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep,” pesannya.
Pertemuan penguatan FORPENSI tersebut juga menghadirkan Prof. dr. Dominicus Husada, dokter spesialis anak dengan subspesialis infeksi dan penyakit tropis anak, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap imunisasi. Beberapa di antaranya adalah kekhawatiran mengenai efek samping, pengaruh informasi yang beredar di media sosial, hoaks, serta faktor sosial, politik, dan agama.
Berbagai tantangan tersebut membutuhkan pendekatan komunikasi yang tepat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai manfaat serta keamanan imunisasi.
Penyampaian informasi yang jelas, berbasis bukti ilmiah, dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap program imunisasi.
Melalui penguatan koordinasi FORPENSI, Dinkes P2KB Sumenep berharap keterlibatan lintas sektor semakin optimal dalam mendukung pelaksanaan program imunisasi.
Forum tersebut diharapkan dapat membantu memperluas edukasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong partisipasi keluarga dalam memenuhi jadwal imunisasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Dengan koordinasi yang lebih kuat dan penyebaran informasi yang akurat, upaya meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep diharapkan berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari perlindungan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.














