SUMENEP – Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, tak hanya dikenal dengan jejak sejarah Kota Tua, tetapi juga sebagai salah satu kawasan penghasil garam di Madura. Di wilayah ini, Desa Pinggirpapas menjadi salah satu desa yang lekat dengan tradisi produksi garam. Namun, tahukah bagaimana asal-usul nama Pinggirpapas?
Kepala Desa Pinggirpapas, H. Ubaid Abdul Hayat, menjelaskan bahwa penamaan desa tersebut memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir yang sejak dahulu menggantungkan mata pencaharian pada produksi garam.
Menurutnya, hamparan tambak garam yang membentang di kawasan pesisir menjadi salah satu penjelasan mengenai asal-usul nama Pinggirpapas. Butiran garam berwarna putih yang memenuhi lahan tambak diibaratkan seperti kapas, sehingga melahirkan penyebutan yang dikenal masyarakat hingga sekarang.
“Butiran-butiran garam yang membentang sepanjang lahan garam di sini, yaitu di pesisir pantai atau tambak garam, menjadi cikal-bakal sebutan Pinggirpapas. Pinggir atau tepian yang memutih seperti kapas,” ujar Ubaid kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Senin (26/10/2026).
Di tengah penjelasan tersebut, Ubaid menyebut terdapat pula versi lain mengenai toponimi atau asal-usul penamaan Desa Pinggirpapas. Salah satu versi menghubungkannya dengan istilah lokal Madura, yakni gerpapas atau ogeran se eppas.
“Ada juga sumber lain yang menyebut asal-usul Pinggirpapas dari gerpapas, atau ogeran se eppas,” ungkapnya.
Dalam penjelasan tersebut, kata ogeran dimaknai sebagai panduman atau pedoman, sedangkan eppas atau pas merujuk pada sesuatu yang tepat. Jika dirangkai, istilah itu kurang lebih dimaknai sebagai pedoman yang tepat.
Versi penamaan ini juga dikaitkan dengan sosok Anggosuto, tokoh yang diyakini masyarakat setempat sebagai penemu garam atau orang yang mengajarkan cara memproduksi garam kepada penduduk.
Anggosuto disebut bukan hanya memiliki peran dalam tradisi pembuatan garam, tetapi juga dikenal melalui nilai-nilai keteladanan yang diwariskan kepada masyarakat. Sikap jujur, sabar, istiqomah, serta tawakal kepada Allah menjadi karakter yang lekat dengan kisah tokoh tersebut.
Ubaid menuturkan, nilai-nilai itu kemudian dipandang sebagai pedoman bagi generasi penerus dalam menjalani kehidupan.
“Istilah tersebut konon berasal dari sosok Anggosuto, tokoh yang diyakini sebagai penemu garam atau yang mengajarkan masyarakat setempat memproduksi garam. Beliau dikenal juga sebagai sosok yang jujur, sabar, istiqomah, dan senantiasa bertawakkal pada Allah. Nah, sifat-sifat ini kemudian dijadikan sebagai pedoman para generasi setelah beliau,” tutup Ubaid.
Beragam versi mengenai asal-usul nama Pinggirpapas memperlihatkan eratnya hubungan antara identitas desa, tradisi garam, dan nilai-nilai budaya masyarakat Madura. Kisah tersebut menjadi bagian dari warisan lokal yang menarik untuk terus ditelusuri dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Meski demikian, penjelasan mengenai asal-usul nama Pinggirpapas tersebut merupakan versi yang disampaikan dalam penuturan lokal. Penelusuran sumber sejarah dan kajian toponimi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan latar belakang penamaannya secara historis.














