SUMENEP – Upaya menumbuhkan minat baca sejak usia dini dilakukan MI Raudiyah Najiyah II Sumenep melalui kunjungan edukasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Madrasah Literasi untuk mengenalkan dunia perpustakaan sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa kelas I.
Puluhan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka berkesempatan mengenal lingkungan perpustakaan daerah secara langsung, mulai dari ruang baca anak hingga berbagai koleksi buku yang dapat mendukung perkembangan pengetahuan dan kemampuan membaca.
Kunjungan ini dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui kegiatan belajar di madrasah, tetapi juga merasakan pengalaman literasi secara langsung di lingkungan perpustakaan.
Kepala MI Raudiyah Najiyah II, K. Syukron Ma’mun, mengatakan bahwa pengenalan perpustakaan sejak kelas awal merupakan langkah penting untuk membangun kebiasaan membaca pada anak.
“Ini adalah komitmen kami untuk membangun budaya membaca sejak jenjang dasar. Anak-anak perlu mendapatkan suasana belajar yang variatif, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga mengenal langsung fasilitas literasi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman belajar yang beragam dapat membantu siswa mengenal buku dengan cara yang lebih menarik. Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak diharapkan semakin akrab dengan bacaan dan memiliki motivasi untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Setibanya di Dispusip Kabupaten Sumenep, rombongan siswa MI Raudiyah Najiyah II disambut oleh jajaran pustakawan. Para siswa kemudian diajak berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas yang tersedia di perpustakaan.
Mereka diperkenalkan dengan ruang baca anak, koleksi buku cerita bergambar, serta tata cara meminjam buku. Pengenalan tersebut memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai fungsi perpustakaan sebagai tempat belajar, membaca, dan mencari informasi.
Bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar, pengalaman mengunjungi perpustakaan dapat menjadi cara efektif untuk membangun rasa ingin tahu. Buku-buku bergambar dan suasana ruang baca yang ramah anak juga membantu menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan.
Selain mengenal koleksi bacaan, para siswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan pustakawan. Suasana kunjungan berlangsung meriah karena anak-anak mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan semakin menarik ketika Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, memperkenalkan permainan tradisional kepada para siswa.
Permainan tersebut disambut dengan antusias dan tawa ceria. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenal perpustakaan, tetapi juga mengikuti aktivitas interaktif yang menghadirkan suasana belajar lebih santai dan menyenangkan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang publik yang ramah anak. Dengan memadukan kegiatan membaca dan permainan edukatif, kunjungan perpustakaan diharapkan mampu membangun kesan positif terhadap aktivitas belajar.
Syaiful Bahri mengapresiasi inisiatif MI Raudiyah Najiyah II yang membawa peserta didiknya berkunjung dan mengenal layanan perpustakaan daerah sejak dini.
“Kami sangat menyambut positif kunjungan ini. Semangat anak-anak kelas I yang begitu aktif bertanya dan mencoba membaca sangat luar biasa. Ini langkah baik untuk menumbuhkan generasi cinta literasi di Sumenep,” kata Syaiful Bahri.
Ia berharap semakin banyak lembaga pendidikan yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah sebagai alternatif pembelajaran di luar kelas. Menurutnya, perpustakaan dapat menjadi ruang edukatif yang mendukung perkembangan pengetahuan sekaligus menumbuhkan kegemaran membaca pada anak.
Kunjungan ke Dispusip Kabupaten Sumenep merupakan bagian dari pelaksanaan Program Madrasah Literasi yang digagas MI Raudiyah Najiyah II. Program ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mengenalkan pentingnya membaca melalui kegiatan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.
Pembiasaan literasi sejak kelas awal diharapkan dapat membantu anak mengembangkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan membangun kebiasaan belajar secara mandiri.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perpustakaan daerah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia di lingkungan mereka.
Kegiatan kunjungan edukasi tersebut ditutup dengan foto bersama dan pembagian bingkisan literasi kepada para siswa. Bingkisan tersebut diberikan sebagai bentuk motivasi agar anak-anak semakin bersemangat membaca dan mengenal beragam jenis buku.
Melalui kegiatan ini, MI Raudiyah Najiyah II Sumenep berharap budaya membaca dapat tumbuh sejak usia dini. Sementara itu, pemanfaatan perpustakaan daerah sebagai ruang belajar alternatif diharapkan semakin memperkuat upaya menciptakan generasi yang gemar membaca, berwawasan luas, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.














