BANDUNG — Penyerangan terhadap truk pengendalian massa (Dalmas) di kawasan Dago–Sulanjana, Kota Bandung, menyebabkan 16 anggota polisi mengalami luka-luka. Empat anggota di antaranya mengalami luka berat, sementara 12 lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan seluruh anggota yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
Menurut keterangan kepolisian yang dikutip detikJabar, kendaraan dinas itu diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang. Mereka dilaporkan melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah anggota mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Empat anggota yang mengalami luka berat dilaporkan mengalami cedera, termasuk dislokasi dan luka sobek.
Dedi menyatakan situasi di lokasi telah kondusif. Meski demikian, kepolisian tetap menempatkan personel untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penyelidikan masih berlangsung
Polisi belum mengumumkan identitas pelaku yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Aparat menyatakan akan menindaklanjuti perkara melalui penyelidikan dan investigasi.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan petugas ketika menjalankan tugas pengamanan di ruang publik. Penggunaan benda berbahaya, termasuk bom molotov, dapat mengancam keselamatan personel maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan kekerasan dan menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada aparat sesuai ketentuan hukum.
Informasi mengenai perkembangan penyelidikan, identitas pihak yang terlibat, serta kemungkinan penetapan tersangka masih menunggu keterangan resmi kepolisian







