MALANG – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyiapkan strategi khusus untuk meredam ketajaman lini serang Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026).
Marcos mengaku telah mempelajari kekuatan lawan sebelum pertandingan. Namun, pelatih asal Brasil tersebut memilih merahasiakan taktik yang akan diterapkan tim berjuluk Singo Edan itu.
Menurutnya, salah satu prioritas Arema FC adalah membatasi ruang gerak pemain lawan agar tidak leluasa membangun serangan sepanjang pertandingan.
“Tentu sudah ada strategi untuk menghadapi mereka tapi tidak bisa saya sampaikan, terpenting bagi kami adalah menghentikan serangan Bhayangkara,” kata Marcos dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Arema FC untuk kembali meraih kemenangan setelah mencatatkan hasil imbang dalam dua laga terakhir. Dukungan suporter di Stadion Kanjuruhan diharapkan dapat membantu Singo Edan mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Arema FC Incar Kemenangan Setelah Dua Kali Imbang
Arema FC memiliki motivasi tinggi untuk mengakhiri tren hasil imbang saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dalam dua pertandingan sebelumnya, Arema bermain imbang 3-3 ketika bertandang ke markas PSM. Setelah itu, mereka kembali gagal meraih kemenangan usai bermain seri 1-1 melawan Persik di Stadion Kanjuruhan.
Hasil tersebut membuat pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi momentum penting bagi Arema untuk memperbaiki pencapaian sekaligus menjaga persaingan di kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Marcos tidak ingin anak asuhnya menganggap pertandingan akan berjalan mudah. Ia menyadari Bhayangkara FC memiliki sejumlah pemain berkualitas yang berpotensi merepotkan pertahanan Arema.
Karena itu, persiapan tim tidak hanya difokuskan pada upaya mencetak gol, tetapi juga memastikan barisan pertahanan mampu mengantisipasi setiap ancaman lawan.
Marcos Santos Waspadai Allano dan Milan Ristovski
Salah satu perhatian utama Marcos Santos adalah kualitas individu para pemain di lini depan Bhayangkara FC.
Nama Allano menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus. Penyerang sayap asal Brasil tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk menjalankan peran sebagai pengatur serangan atau playmaker.
Kemampuan Allano dalam membangun serangan dan menciptakan peluang dapat menjadi ancaman apabila diberikan ruang untuk mengembangkan permainan.
Selain Allano, Marcos juga menyoroti kualitas Milan Ristovski yang menjadi salah satu pemain di lini depan Bhayangkara FC.
Kombinasi pemain dengan kemampuan individu tersebut membuat Arema harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Koordinasi antarpemain, kedisiplinan dalam menjaga posisi, serta kemampuan memutus aliran bola lawan akan menjadi aspek penting dalam upaya meredam serangan tim tamu.
“Lini depan (Bhayangkara) sangat kuat,” ucap Marcos.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arema tidak ingin meremehkan kekuatan lawan, meskipun memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri.
Keseimbangan Menyerang dan Bertahan Jadi Kunci Arema
Untuk menghadapi ancaman Bhayangkara FC, Marcos Santos menekankan pentingnya keseimbangan permainan. Ia meminta para pemain Arema FC tidak terlalu berorientasi pada serangan hingga melupakan tanggung jawab bertahan.
Sebaliknya, Arema juga tidak boleh terlalu fokus menjaga pertahanan sehingga kehilangan kemampuan untuk membangun serangan dan menciptakan peluang.
“Kami tidak boleh hanya menyerang, tetapi lupa bertahan dan sebaliknya,” kata Marcos.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena Bhayangkara FC memiliki pemain yang mampu memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Kesalahan dalam menjaga posisi atau kehilangan bola di area berbahaya berpotensi memberikan kesempatan bagi tim tamu untuk melancarkan serangan balik.
Oleh karena itu, koordinasi antara lini tengah dan pertahanan diperkirakan menjadi salah satu faktor yang menentukan jalannya pertandingan.
Arema FC perlu menjaga intensitas permainan sekaligus memastikan setiap pemain menjalankan perannya dengan disiplin. Dengan keseimbangan yang baik, Singo Edan diharapkan mampu membatasi peluang Bhayangkara FC sekaligus memaksimalkan kesempatan mencetak gol.
Laga di Stadion Kanjuruhan ini pun menjadi ujian bagi strategi Marcos Santos. Selain berupaya menghentikan agresivitas lini depan Bhayangkara FC, Arema harus mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk mengakhiri dua hasil imbang beruntun dan kembali meraih kemenangan di BRI Super League 2026/2027.







