MIMIKA – Keluarga besar Marga Pinimet di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengenang almarhum Yohanes Pinimet sebagai salah satu putra daerah Amungme yang memiliki perjalanan hidup dalam dunia usaha dan kelembagaan adat. Semasa hidupnya, ia turut berperan dalam pendirian serta pengelolaan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) di Kabupaten Mimika.
Yohanes Pinimet lahir di Agimuga pada 12 Desember 1968. Ia dikenal sebagai putra daerah Amungme yang mulai menekuni dunia bisnis pada 1995. Kiprahnya di bidang usaha menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan hidup yang dikenang oleh keluarga besarnya.
Selain aktif dalam dunia bisnis, Yohanes Pinimet tercatat sebagai salah satu pendiri Yayasan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika. Keterlibatannya dalam lembaga tersebut menunjukkan peran yang pernah diembannya dalam perjalanan organisasi adat masyarakat Amungme.
Dalam struktur organisasi LEMASA, almarhum pernah menjabat sebagai komisaris serta menjadi Direktur Eksekutif pertama pada periode 1994–1998. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan kelembagaan adat di Mimika yang turut mewarnai kiprah Yohanes Pinimet semasa hidupnya.
Bagi keluarga besar Marga Pinimet, keterlibatan almarhum dalam dunia usaha dan organisasi adat merupakan bagian dari warisan perjalanan hidup yang patut dikenang. Kisahnya juga menjadi pengingat akan peran putra daerah dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat Amungme di Kabupaten Mimika.
Yohanes Pinimet wafat pada 2000. Meski telah berpulang, kenangan tentang dirinya tetap hidup di tengah keluarga besar Marga Pinimet. Riwayat hidupnya menjadi bagian dari ingatan keluarga terhadap sosok yang pernah berkontribusi dalam dunia usaha dan pengelolaan lembaga adat di Mimika.
Doa Keluarga Besar Marga Pinimet untuk Almarhum Yohanes Pinimet
Dalam mengenang kepergian almarhum, keluarga besar Marga Pinimet menyampaikan doa dan pengharapan iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Keluarga berharap agar almarhum memperoleh kehidupan kekal di dalam Kerajaan Surga.
“Kiranya almarhum Yohanes Pinimet hidup bahagia bersama Bapa Tuhan Yesus Kristus di dalam Kerajaan Surga. Amin.”
Doa tersebut menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan kerinduan keluarga kepada almarhum. Bagi keluarga besar Marga Pinimet, mengenang Yohanes Pinimet bukan hanya tentang mengingat perjalanan hidupnya, tetapi juga menjaga ingatan terhadap para pendahulu yang menjadi bagian dari sejarah keluarga dan masyarakat Amungme.
Kenangan atas sosok Yohanes Pinimet diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk mengenal sejarah keluarga, menghargai kontribusi para pendahulu, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan kehidupan masyarakat adat di Kabupaten Mimika.









