SUMENEP – Warga menemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di pinggir pantai Dusun Berumbung RT 10 RW 05, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Seorang nelayan bernama Hodri pertama kali menemukan keberadaan korban. Saat itu, Hodri sedang menguras air dari perahunya yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan.
Setelah selesai menguras air dan hendak meninggalkan lokasi, Hodri melihat telapak kaki seseorang di pinggir pantai. Ia kemudian bergegas pulang dan memberitahukan temuannya kepada keluarga serta warga sekitar.
Warga kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Kepala Dusun Berumbung, Abd. Hamid. Setelah menerima laporan, Abd. Hamid mengecek lokasi untuk memastikan penemuan tersebut. Ia selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada Polsek Bluto.
Polsek Bluto langsung berkoordinasi dengan sejumlah unit dari Polresta Sumenep. Personel Unit Identifikasi, Unit Resmob, Unit Pidum Polresta Sumenep, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Bluto mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal terhadap korban, dan meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui penemuan tersebut.
Hingga proses identifikasi berlangsung, polisi masih menyebut korban sebagai Mr. X karena belum menemukan identitasnya. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk menjalani pemeriksaan medis dan Visum Et Repertum.
Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito, S.H., M.H., mengatakan polisi masih menyelidiki identitas korban, termasuk rangkaian kejadian dan penyebab meninggalnya pria tersebut.
“Petugas telah melakukan olah TKP, pemeriksaan terhadap saksi-saksi, identifikasi terhadap korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Agus Sugito.
Polresta Sumenep mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera menghubungi kepolisian. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu petugas mengungkap identitas korban.














