SUMENEP – Masyarakat Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kembali memperlihatkan semangat kebersamaan dengan menggelar tahlilan bersama di kediaman keluarga kifayah. Kegiatan tersebut menjadi tradisi keagamaan yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, Rabu (22/7/2026).
Sejak acara dimulai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga sekitar memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian doa bersama. Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai religius yang hidup di tengah masyarakat Lembung Barat.
Bagi warga setempat, tahlilan tidak hanya menjadi sarana mengirimkan doa kepada almarhum. Tradisi ini juga berfungsi sebagai wadah memperkokoh persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kekompakan masyarakat terlihat sejak tahap persiapan. Warga bergotong royong menata tempat, menyiapkan konsumsi, hingga menyambut para tamu yang hadir. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa budaya saling membantu masih terpelihara dengan baik dalam kehidupan masyarakat Desa Lembung Barat.
Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi tingginya partisipasi warga dalam setiap kegiatan keagamaan. Menurutnya, tradisi tahlilan memiliki nilai spiritual sekaligus sosial karena mampu mempererat hubungan antarsesama serta menjaga kerukunan di lingkungan desa.
Melalui pelaksanaan tahlilan bersama ini, masyarakat berharap budaya kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal Kabupaten Sumenep.
















