Sumenep Dorong Pertanian Modern, Hidroponik IRA Farm Jadi Contoh Ketahanan Pangan Berbasis Teknologi

Bupati Sumenep Achmad Fauzi meninjau kebun hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok Kecamatan Ganding
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau kebun hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding, sebagai upaya mendorong pertanian modern berbasis teknologi

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat sektor pertanian dengan mendorong pemanfaatan teknologi modern sebagai solusi menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmen tersebut saat mengunjungi kebun hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding, Selasa (21/7/2026). Dalam kunjungan itu, Bupati Fauzi didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep Hainur Rasyid.

Menurut Achmad Fauzi, sektor pertanian membutuhkan perubahan pola pengelolaan agar mampu menjawab tantangan pangan di masa mendatang. Pemerintah daerah mendorong petani dan pelaku usaha pertanian untuk memanfaatkan inovasi, digitalisasi, serta teknologi budidaya yang lebih efisien.

Baca juga: Prabowo Bawa Kesepakatan Rp61,25 Triliun dari Prancis, Perkuat Pertahanan hingga Energi Bersih

“Ketahanan pangan harus dimulai dari langkah nyata. Kebun hidroponik IRA Farm membuktikan bahwa pertanian modern mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Bupati Fauzi.

Ia menjelaskan, keberadaan IRA Farm menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan komoditas hortikultura bernilai tinggi. Melalui sistem hidroponik, masyarakat dapat mengembangkan pertanian yang lebih hemat lahan, produktif, dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Bupati Fauzi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus memperluas program pengembangan pertanian berbasis inovasi. Langkah tersebut dilakukan melalui pendampingan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi teknologi pertanian, serta membangun kolaborasi dengan kelompok tani dan pelaku usaha.

Baca juga: Mentan Klaim Lima Bendungan di NTB Berpotensi Tambah Produksi Beras 1 Juta Ton per Tahun

“Semakin banyak inovasi pertanian tumbuh di Sumenep, maka semakin kuat pula sektor pertanian kita untuk menjadi lebih mandiri dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi pangan, pemerintah daerah juga melihat pertanian modern sebagai peluang ekonomi baru bagi generasi muda. Menurut Fauzi, konsep agribisnis berbasis teknologi dapat menarik minat anak muda untuk terlibat dalam dunia pertanian dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menguntungkan.

“Pembangunan pertanian tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga membangun sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar,” tambahnya.

Baca juga: Sampang Serahkan Hibah Tanah ke BULOG untuk Bangun Fasilitas Pasca Panen Modern di Madura

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Hainur Rasyid mengatakan teknologi pertanian menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan berkurangnya lahan pertanian produktif.

Ia menilai IRA Farm menjadi contoh pengelolaan usaha hidroponik yang mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dengan sistem modern dan berkelanjutan.

“Kami mendorong agar model usaha seperti IRA Farm terus berkembang. Hidroponik dapat memberikan hasil optimal dengan kualitas produk yang baik apabila dikelola secara profesional,” ujar Hainur.

Hainur berharap kelompok tani, pelaku UMKM, serta generasi muda dapat melihat teknologi pertanian sebagai peluang usaha baru. Menurutnya, pengembangan pertanian modern tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka lapangan ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis inovasi pertanian berbasis teknologi dapat menjadi model pengembangan baru di berbagai wilayah. Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat produk lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *