SUMENEP – Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Hidayah, S.Pd., MM, menyampaikan materi sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 sekaligus memandu workshop implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTs Nurul Hidayah Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (9/2/2026).
MTs Nurul Hidayah menggelar kegiatan tersebut di ruang rapat madrasah dengan melibatkan Ketua Yayasan Nurul Hidayah K. Abd Wahid, M.Pd.I, Kepala MTs Nurul Hidayah A. Zaini, S.Pd.I, serta seluruh dewan guru.
Kepala MTs Nurul Hidayah, A. Zaini, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh kebijakan Kementerian Agama melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.
“Saya mengajak seluruh guru untuk bersama-sama menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta yang telah diprogramkan pemerintah melalui Menteri Agama,” ujar A. Zaini.
Dalam pemaparannya, Hidayah menjelaskan bahwa KMA Nomor 1503 menjadi pijakan strategis dalam memperkuat pendidikan karakter di madrasah. Ia menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan empati, kasih sayang, sikap saling menghormati, serta penguatan nilai spiritual sebagai inti proses pembelajaran,” jelas Hidayah.
Selain penyampaian materi, para guru mengikuti workshop implementasi KBC. Pada sesi ini, Hidayah memaparkan contoh-contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dan membuka ruang diskusi serta berbagi pengalaman terkait penerapannya di kelas.
Melalui sosialisasi dan workshop tersebut, MTs Nurul Hidayah menargetkan para pendidik mampu mengintegrasikan nilai cinta, empati, dan spiritualitas dalam pembelajaran sehingga dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Nurul Hidayah, Kyai Abd Wahid, M.Pd.I.














