JAWA TENGAH – Disdik Jateng Siapkan SMA dan SMK Baru di 23 Kecamatan Blank Spot Pendidikan
Dinas Pendidikan Jawa Tengah mencatat sebanyak 23 kecamatan di 10 kabupaten masih belum memiliki SMA dan SMK negeri. Kondisi tersebut membuat banyak pelajar harus menempuh pendidikan di luar kecamatan atau memilih sekolah swasta dengan biaya mandiri.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota segera menyiapkan lahan pembangunan unit sekolah baru (USB).
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan Pemprov siap mengalokasikan anggaran pembangunan sekolah apabila lahan yang diajukan memenuhi persyaratan.
“Pak Gubernur memiliki komitmen kuat membangun USB di wilayah blank spot. Pemerintah kabupaten dan kota kami dorong segera menyediakan lahan, kemudian Pemprov akan membangun sekolah sekaligus menyiapkan tenaga pengajarnya,” ujar Sunarto, Rabu (13/5/2026).
Disdik Jawa Tengah saat ini juga mempercepat pembangunan SLB serta SMA dan SMK negeri di sejumlah daerah yang belum memiliki akses pendidikan menengah negeri.
Salah satu proyek yang telah rampung yakni pembangunan SMAN Kemalang di Kabupaten Klaten. Sekolah tersebut dijadwalkan mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 2026.
Sunarto menyebut dukungan masyarakat dan pemerintah daerah mempercepat proses pembangunan sekolah tersebut.
“SMAN Kemalang sudah selesai dibangun menggunakan APBD Jawa Tengah 2025 dan izin operasionalnya akan berlaku pada 2026,” katanya.
Selain di Klaten, Pemprov Jawa Tengah juga merencanakan pembangunan SLB di Kabupaten Jepara. Saat ini pemerintah masih memverifikasi kelayakan lahan yang diajukan.
Disdik Jawa Tengah juga menerima usulan pembangunan SMA dan SLB dari Kabupaten Batang serta pembangunan SLB di Kabupaten Wonosobo.
“Kalau seluruh persyaratan lahan terpenuhi, Pemprov Jawa Tengah akan langsung mengalokasikan anggaran pembangunan melalui APBD,” jelas Sunarto.
Selain pembangunan sekolah negeri, Pemprov Jawa Tengah kembali menggandeng sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 139 SMA dan SMK swasta mengikuti program tersebut. Pemerintah menargetkan siswa dari kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai penerima manfaat.
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun untuk sekolah swasta mitra SPMB dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.
Adapun 23 kecamatan blank spot SMA dan SMK negeri tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Jatiyoso di Kabupaten Karanganyar, Pancur di Rembang, Ngaringan di Grobogan, serta Poncowarno di Kebumen.
Wilayah lainnya meliputi Pegedongan dan Madukara di Banjarnegara, Kalikotes dan Kebonarum di Klaten, serta Karangtengah dan Batuwarno di Wonogiri.
Sementara di Kabupaten Temanggung, kecamatan blank spot pendidikan mencakup Gemawang, Wonoboyo, Tretep, Tlogomulyo, Selopampang, Kledung, dan Bejen.
Selain itu, Kecamatan Tambakromo dan Jaken di Kabupaten Pati, Gladagsari, Wonosamodro, dan Tamansari di Boyolali, serta Kecamatan Sidoharjo di Kabupaten Sragen juga belum memiliki SMA dan SMK negeri.







