Edu  

50 Santri Putri Lubangsa Asal Giligenting Kembali ke Pondok Usai Libur Maulid Nabi

50 santri putri Lubangsa asal Giligenting kembali ke pondok usai libur Maulid Nabi
Sebanyak 50 santri putri Pondok Pesantren Lubangsa asal Kecamatan Giligenting kembali ke pondok setelah menjalani libur Maulid Nabi Muhammad SAW selama satu minggu (Foto: Martin)

SUMENEP – Sebanyak 50 santri putri Pondok Pesantren Lubangsa, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, asal Kecamatan Giligenting, kembali ke pondok setelah menikmati libur Maulid Nabi Muhammad SAW selama satu minggu.

Para santri berkumpul di Pelabuhan Desa Aenganyar sebelum berangkat menuju pondok. Mereka kemudian melanjutkan kembali aktivitas belajar dan kegiatan kepesantrenan di Pondok Pesantren Lubangsa.

Koordinator Santri Putri Lubangsa Giligenting, Anni Safitri, menyampaikan bahwa seluruh santriwati kembali ke pondok setelah menyelesaikan masa liburan.

“Hari ini para santri akan kembali lagi ke pondok setelah melewati liburan selama satu minggu. Untuk santriwati Lubangsa Giligenting sebanyak 50 santri,” ujar Anni, Jumat (28/8/2026).

Orang tua dan keluarga turut mengantar para santri hingga Pelabuhan Desa Aenganyar. Mereka melepas putri masing-masing sebelum para santri melanjutkan perjalanan menuju pondok.

Pantauan Falih Media menunjukkan suasana haru saat para orang tua mengantar kepulangan anak-anak mereka. Sebagian orang tua tampak menahan tangis, sementara rasa bangga juga terlihat ketika mereka kembali melepas putrinya untuk menuntut ilmu.

Bagi keluarga santri, keberangkatan kembali ke pondok menjadi bagian dari perjalanan pendidikan sekaligus upaya memperdalam ilmu agama.

Salah seorang wali santri, Ibu Nur, mengaku bangga kembali mengantar putrinya ke pesantren. Ia berharap anaknya merasa nyaman selama berada di pondok dan mampu mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

“Bangga, semoga anak saya tetap betah di pondok. Tapi ya sedih juga karena harus berpisah lagi dengan anak,” ungkapnya.

Momen tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan keluarga terhadap pendidikan pesantren. Para orang tua rela kembali berpisah dengan anak mereka agar sang putri dapat melanjutkan pendidikan dan memperdalam ilmu agama.

Setelah menikmati libur Maulid Nabi Muhammad SAW selama satu minggu, sebanyak 50 santri putri Lubangsa asal Giligenting kini kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan kepesantrenan di Pondok Pesantren Lubangsa, Guluk-Guluk, Sumenep.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *