Tim KP3 dan Bagian Perekonomian Setda Sumenep Monitoring Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Empat Kecamatan

Monitoring penyaluran pupuk bersubsidi oleh Tim KP3 dan Bagian Perekonomian Setda Sumenep di gudang penyangga dan kios pupuk
Tim KP3 dan Bagian Perekonomian Setda Sumenep memantau penyaluran pupuk bersubsidi di kios dan gudang penyangga wilayah Bluto, Pragaan, Guluk-guluk, dan Ganding

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep bersama Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap gudang penyangga dan kios penyalur pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Bluto, Pragaan, Guluk-Guluk, dan Ganding pada Kamis (27/11/2025).

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap aman dan penyalurannya tidak mengalami hambatan.

“Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani terpenuhi dan pendistribusiannya berjalan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Dadang juga mengimbau petani agar melakukan penebusan berdasarkan mekanisme resmi agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Pemantauan akan terus dilakukan ke wilayah timur Kabupaten Sumenep, termasuk Dungkek, Gapura, Batu Putih, dan Ambunten,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang menekankan bahwa pemerintah sangat serius mengawal penyaluran pupuk bersubsidi.

“Karena itu, dalam pelaksanaannya turut melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan dan Polres, guna memastikan aturan dipatuhi,” ungkapnya.

Saat monitoring di gudang penyangga Bluto, tercatat stok pupuk urea tersedia 130 ton dan NPK 150 ton, setelah dilakukan penyaluran ke beberapa kecamatan berdasarkan surat pesanan. Gudang tersebut mengirim 150 hingga 200 ton pupuk setiap hari, dan menjadi salah satu dari tiga gudang penyangga di Sumenep selain lokasi di Saronggi dan Marengan.

Hasil evaluasi tim di beberapa PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) di wilayah Pragaan, Guluk-Guluk, dan Ganding menunjukkan bahwa stok pupuk dalam kondisi aman dan penebusan dilakukan sesuai HET.

Dadang juga aktif berdialog dengan pengelola kios dan kelompok tani untuk menggali kendala lapangan dan memastikan informasi yang beredar tetap akurat.

“Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya sudah jelas. Oleh karena itu kami menggali semua data langsung dari lapangan,” tegasnya.

Kepada Nawari, pengelola kios UD Mekar Jaya di Pragaan, Dadang mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dan pelayanan maksimal kepada petani. Ia juga memberikan apresiasi atas keterbukaan dan koordinasi yang sudah berjalan baik.

“Kami mengapresiasi komunikasi yang dibangun agar penyaluran pupuk tidak disalahgunakan pihak lain,” tutupnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *