SUMENEP – Sebuah rumah penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Dusun Murassem Timur, Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, dilaporkan roboh dan rata dengan tanah pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan warga karena suara reruntuhan bangunan terdengar sangat keras.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemilik rumah, Ibu Marsiye diketahui sedang tidak berada di lokasi ketika bangunan ambruk. Warga sekitar yang mendengar suara dentuman langsung berlari ke tempat kejadian untuk memastikan keselamatan penghuni.
“Suaranya sangat keras, kami semua terkejut dan langsung menuju lokasi. Rumah itu sudah hancur total,” kata salah satu warga yang berada paling dekat dengan tempat kejadian.
Meskipun tidak menimbulkan korban, kerugian material cukup besar karena seluruh struktur rumah tidak dapat diselamatkan. Saat ini warga bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan puing-puing yang tersisa.
Menurut kesaksian warga lain, kondisi bangunan sejak awal dinilai kurang kokoh.
“Struktur bangunan memang jelek, kurang semen, jadi rentan roboh,” ujarnya.
Insiden ini menambah daftar rumah bantuan BSPS yang mengalami kerusakan parah di wilayah Kecamatan Giligenting. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada Jumat (8/8/2025) lalu dan hampir menimbulkan korban.
Warga menjelaskan bahwa bantuan BSPS umumnya hanya menyediakan material berupa batu bata, pasir, dan semen, sementara kebutuhan struktur lain ditanggung oleh penerima bantuan. Kondisi tersebut membuat kualitas bangunan berbeda-beda.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait kualitas pembangunan program BSPS, karena banyak rumah bantuan yang dikhawatirkan mengalami hal serupa.














