Produksi Beras Banyuwangi Capai 255.257 Ton, Surplus 174.005 Ton

Avatar of Oki Suliyoni
Produksi beras Banyuwangi semester I 2026 mencapai 255257 ton
Produksi beras Banyuwangi mencapai 255.257 ton pada semester I 2026 dan mencatat surplus 174.005 ton setelah memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi mencatat surplus produksi beras sebesar 174.005 ton sepanjang semester I 2026. Pada periode Januari hingga Juni, produksi beras di daerah berjuluk Bumi Blambangan tersebut mencapai 255.257 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat berada di angka 81.252 ton.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian, terutama tanaman pangan, masih mampu mempertahankan produktivitasnya. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menjalankan berbagai program untuk menjaga hasil produksi agar tetap berada di atas kebutuhan masyarakat.

Kerjasama Media

“Alhamdulillah, kinerja sektor pertanian, khususnya tanaman pangan di Banyuwangi, terus kami pertahankan. Produksi beras Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus, termasuk pada semester pertama 2026,” kata Ipuk, Kamis (2/7/2026).

Data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat produksi beras selama enam bulan pertama 2026 mencapai 255.257 ton. Sementara itu, masyarakat membutuhkan sekitar 81.252 ton untuk konsumsi. Kondisi tersebut membuat Banyuwangi memiliki surplus produksi sebesar 174.005 ton.

Capaian semester I 2026 tersebut melanjutkan tren surplus beras yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Banyuwangi menghasilkan 546.923,81 ton beras dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sebanyak 163.665,79 ton.

Dari perbandingan produksi dan kebutuhan tersebut, Banyuwangi mencatat surplus beras tahunan sebesar 383.258,03 ton pada 2025.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak hanya menggunakan surplus tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah. Pemkab juga menyalurkan sebagian produksi melalui Perum Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional dan menjaga ketersediaan pasokan beras di sejumlah daerah.

Ipuk mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui pemanfaatan teknologi dan modernisasi alat pertanian. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan produksi tanaman pangan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto menjelaskan bahwa mekanisasi pertanian memberikan kontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan hasil produksi petani.

Menurut Danang, penggunaan alat dan mesin pertanian membantu petani mempercepat berbagai tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga proses panen.

Mekanisasi juga membantu petani mengurangi risiko gagal panen serta menekan kehilangan hasil setelah panen atau post-harvest losses. Efisiensi tersebut turut mendukung upaya Banyuwangi mempertahankan surplus produksi beras.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selanjutnya akan memperkuat program peningkatan produktivitas, pendampingan petani, serta penggunaan teknologi pertanian modern. Pemkab menargetkan langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *