Potret Pahlawanku
Dikeheningan malam
Kami termenung dan memandangmu
Potretmu yang terpajang di dinding rumah
Kakekku doeloe pernah berjuang bersamamu
Katanya kau adalah pahlawan bangsa
Dalam diri ini
Kami kadang merasa malu memandangmu
Dalam bingkai keabadian perjuanganmu
Celanalah kau sebagai Pahlawan Nasional
Tatapan wajahmu
Tajam Bagai sebilah pedang yang kau sandangnya
Kau usir penjajah dinegeri tercinta ini
Tak ada kata menyerah dalam perlawananmu
Kau sabar dan berani merebut Merdeka
Dari tangan kolonial
Potretmu pahlawanku
Sungguh kami malu dan tak ada artinya
Kami hanya bisa memandang penyairmu
Kami tak mampu berjuang sepertimu
Kami hanya menikmati jeri malang mengorbankanmu
Semoga kau menjadi syuhadak membela tanah air demi
Masa depan anak cucu kami.
Maafkan kami wahai pahlawanku.
*) Oleh : Naili Ulfa Hamidah : Siswi MTs. Al-Hasan Kelas 9 A, Sumber Gedugan Giligenting Sumenep
*) Tulisan Puisi ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi falihmedia.com














