Bayang-Bayang Kekuasaan
Di antara gemerlap ruang bersuara,
kau hadir membawa kata-kata indah tak bernama.
Bukan doa, bukan puja yang suci,
melainkan serangkai rayu demi posisi.
Setiap senyum kau tata rapi,
setiap kalimat mengalir bagai sungai tak henti.
Namun, sungai itu bukan untuk mengairi ladang,
hanya mengalir ke singgasana seorang.
Kau berdiri di belakang cahaya,
menjaga bayang agar tetap setia.
Bukan karena cinta pada negeri,
melainkan cinta pada janji yang tersembunyi.
Wahai pengagum kursi yang tinggi,
ingatlah, kekuasaan itu tak abadi.
Sementara kebenaran,
meski sunyi, akan selalu berdiri.
*) Oleh: Tim Redaksi Falih Media






