Puisi  

Bayang-Bayang Kekuasaan

Ilustrasi bayangan seorang pria berdiri di balik cahaya kursi megah, melambangkan ambisi dan ketundukan pada kekuasaan
Ilustrasi bayangan seorang pria berdiri di balik cahaya kursi megah, melambangkan ambisi dan ketundukan pada kekuasaan

Bayang-Bayang Kekuasaan

Di antara gemerlap ruang bersuara,

kau hadir membawa kata-kata indah tak bernama.

Bukan doa, bukan puja yang suci,

melainkan serangkai rayu demi posisi.

Setiap senyum kau tata rapi,

setiap kalimat mengalir bagai sungai tak henti.

Namun, sungai itu bukan untuk mengairi ladang,

hanya mengalir ke singgasana seorang.

Kau berdiri di belakang cahaya,

menjaga bayang agar tetap setia.

Bukan karena cinta pada negeri,

melainkan cinta pada janji yang tersembunyi.

Wahai pengagum kursi yang tinggi,

ingatlah, kekuasaan itu tak abadi.

Sementara kebenaran,

meski sunyi, akan selalu berdiri.

 

 

*) Oleh: Tim Redaksi Falih Media

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *