Kerinduan yang Tak Pulang
Di sudut malam yang diam,
namamu kembali mengetuk ingatan,
bukan untuk tinggal,
hanya memastikan rindu masih tahu jalan pulang.
Aku merindukanmu
dengan cara yang paling sunyi—
tanpa pesan,
tanpa doa agar kita kembali.
Waktu telah mengajariku
bahwa cinta bisa selesai
tanpa benar-benar pergi,
ia menetap sebagai kenangan
yang sesekali berdenyut pelan.
Aku tak lagi mencari wajahmu
di keramaian kota,
namun hatiku masih hafal
suara tawamu yang dulu
pernah kusebut rumah.
Jika rindu ini adalah luka,
ia telah sembuh,
meninggalkan bekas
yang tak sakit,
namun selalu terasa
saat hujan datang
tanpa permisi.
*) Oleh: Zahra






