PAMEKASAN – Forum Non-Governmental Organization (NGO) Madura menjadi sorotan setelah menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Pamekasan dan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur beberapa hari lalu. Aksi tersebut memunculkan polemik setelah salah seorang anggotanya, Khairul Kalam, melontarkan kritik terhadap sikap forum yang kini menyoroti industri rokok di Madura.
Khairul Kalam menilai sikap Forum NGO Madura yang dipimpin Zaini Wer Wer menimbulkan tanda tanya. Menurutnya, forum yang sebelumnya dikenal aktif menggelar kegiatan keagamaan, seperti selawat dan pengajian, kini justru mengambil langkah demonstrasi dengan menyasar industri rokok.
Ia bahkan menduga forum tersebut menerima pemberian rutin setiap bulan dari sejumlah pengusaha rokok. Dugaan itu, menurut Khairul Kalam, bertolak belakang dengan langkah forum yang belakangan menyuarakan persoalan industri rokok melalui aksi demonstrasi.
“Melalui Zaini Werwer, Forum NGO setiap bulan diduga rutin menerima upeti dari para pengusaha rokok. Tapi anehnya, mereka masih demo soal rokok,” ujar Khairul Kalam, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan tersebut semakin memanaskan polemik di internal Forum NGO Madura. Khairul Kalam mengaku tidak lagi ingin menjadi bagian dari organisasi tersebut karena menilai aktivitas forum tidak memberikan kontribusi positif bagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun media yang tergabung di dalamnya.
Ia juga meminta agar Forum NGO Madura dibubarkan. Menurutnya, keberadaan forum tersebut justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap LSM dan insan media yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial.
Khairul Kalam mengaku telah mengundurkan diri dari forum tersebut. Ia sekaligus mengajak LSM dan media lain yang masih bergabung agar mempertimbangkan langkah serupa.
“Saya keluar dari forum tersebut dan mengajak LSM serta media yang tergabung di dalamnya juga ikut keluar, karena Forum NGO Madura yang ada di Pamekasan justru menjadi sarang mafia,” tegasnya.
Pernyataan Khairul Kalam tersebut menjadi bagian dari polemik yang berkembang setelah Forum NGO Madura menggelar demonstrasi terkait industri rokok. Namun, dugaan penerimaan pemberian rutin dari pengusaha rokok maupun tudingan lainnya masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Hingga informasi ini disusun, materi pemberitaan yang tersedia belum memuat klarifikasi dari Zaini Wer Wer maupun pengurus Forum NGO Madura terkait tudingan tersebut. Karena itu, pihak yang disebut dalam pernyataan Khairul Kalam tetap memiliki ruang untuk memberikan penjelasan dan hak jawab.















