Jatim  

Pemprov Jatim Siapkan Rp6 Miliar untuk Benahi Dermaga Bulusan, Atasi Kemacetan Ketapang-Gilimanuk

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak membahas perbaikan Dermaga Bulusan Banyuwangi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan terkait rencana pembenahan Dermaga Bulusan di Surabaya, Senin (28/9/2026).

SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp6 miliar dari APBD untuk membenahi Dermaga Bulusan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Pemprov Jatim menargetkan pembenahan tersebut dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa Timur dengan Bali. Pemprov akan mengoptimalkan fasilitas dermaga yang berada di atas lahan milik pemerintah provinsi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah tidak akan memperbaiki struktur dolphin pada Dermaga Bulusan. Pemprov Jatim akan memprioritaskan perbaikan bagian tempat kapal bersandar.

“Itu Dermaga Bulusan rusak, perlu direhab. Tapi yang direhab bukan dolphinnya. Yang direhab tempat bersandarnya,” kata Emil di Surabaya, Senin (28/9/2026).

Struktur dolphin berfungsi sebagai fasilitas untuk membantu kapal bertambat dan menjaga posisi kapal ketika bersandar. Pemprov Jatim merencanakan perbaikan Dermaga Bulusan mulai tahun ini.

Selama ini, Pemprov Jatim dan PT ASDP Indonesia Ferry memiliki perjanjian kerja sama (PKS) mengenai pemanfaatan Dermaga Bulusan. Dalam perjanjian tersebut, dermaga digunakan untuk kapal yang menjalani perbaikan atau repair.

Emil menjelaskan, aturan dan pertimbangan teknis membuat Dermaga Bulusan lebih tepat digunakan untuk kapal yang menjalani perbaikan. Pemanfaatan dermaga untuk aktivitas sandar dan bongkar muat komersial harian membutuhkan pertimbangan keselamatan.

Menurut Emil, aktivitas kapal yang bersandar dapat merusak fasilitas dermaga jika operator tidak memiliki kapal pandu tunda yang memadai untuk mengendalikan laju kapal.

“Kalau untuk bongkar muat tergantung kebijakan KSOP, arusnya lagi kondusif atau tidak. Tapi kalau Pemprov disuruh bangun lagi dolphinnya hanya untuk kemudian ditabrak arus kuat, kami tidak mau,” ujarnya.

Emil menegaskan Pemprov Jatim harus berhati-hati dalam menggunakan APBD. Pemerintah perlu memastikan setiap pembangunan fasilitas memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Ini menjaga dana APBD yang dibayar pembayar pajak Jatim. Jadi harus bijak betul mana yang prioritas,” katanya.

Pemprov Jatim Tingkatkan Kapasitas Dermaga LCM

Selain Dermaga Bulusan, Pemprov Jatim juga menyiapkan rencana peningkatan kapasitas Dermaga LCM di Pelabuhan Ketapang.

Dermaga LCM selama ini menjadi salah satu fasilitas untuk melayani penyeberangan kendaraan, terutama truk tronton. Saat ini, dermaga tersebut memiliki tiga titik sandar kapal.

Pemprov Jatim berencana memperkuat dan meningkatkan struktur landasan Dermaga LCM. Setelah peningkatan selesai, fasilitas tersebut ditargetkan mampu melayani hingga empat titik sandar kapal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas layanan di kawasan Pelabuhan Ketapang sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan menuju dan dari Bali.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *