Jatim  

Logo Hari Jadi ke-81 Jatim Diluncurkan, Emil Dardak Dorong Investasi Bernilai Tambah

Avatar of Ahmad Syafiih
Logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan tema Jawa Timur Unggul, Maju dan Berkelanjutan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau Jatim Fest 2026 di Surabaya, Sabtu (3/10/2026), dalam rangkaian peluncuran logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meluncurkan logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan tema “Jawa Timur Unggul, Maju dan Berkelanjutan”. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi proses kreatif di balik lahirnya logo tersebut. Menurutnya, masyarakat Jawa Timur turut berkontribusi melalui sayembara desain yang menghasilkan ratusan karya.

Kerjasama Media

“Logo yang luar biasa, dan lahir dari sayembara desain, yang diikuti ratusan karya dari seluruh warga Jawa Timur,” kata Emil saat meninjau pameran Jatim Fest 2026 di Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi Plt Kepala Biro Perekonomian Jatim Aftabuddin Rijaluzzaman. Ia juga meninjau 108 stan Jatim Fest 2026 yang menampilkan berbagai inovasi perangkat daerah Pemprov Jatim serta pemerintah kabupaten dan kota.

Menurut Emil, Jatim Fest 2026 tidak sekadar menjadi ruang untuk memamerkan inovasi daerah. Pemprov Jatim juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan potensi ekonomi sekaligus membuka peluang investasi.

Emil menilai peningkatan kepercayaan investor membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bersama-sama membangun iklim ekonomi yang kondusif agar investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Ini adalah hasil perjuangan kolektif seluruh elemen lintas sektor untuk mendorong ekosistem perekonomian dan investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Jatim Perkuat Ekosistem Industri dan Manufaktur

Emil menegaskan Jawa Timur tidak ingin sekadar menjadi tempat masuknya investasi. Pemprov Jatim ingin memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat rantai ekonomi daerah.

“Jawa Timur jadi penyumbang terbesar perekonomian Indonesia. Ini adalah regional economy dengan angka perputaran ekonomi yang stabil,” katanya.

Ia menyebut sektor industri, khususnya manufaktur, menjadi salah satu penopang utama perekonomian Jawa Timur. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat berbagai unsur yang menopang keberlangsungan sektor tersebut.

Menurut Emil, pengembangan manufaktur tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah perlu memastikan perdagangan, sumber daya manusia, infrastruktur, konektivitas, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat saling mendukung.

“Ekosistem perdagangan dan manufaktur itu beririsan. Kita membutuhkan SDM yang terdidik, masyarakat dan kondisi ekonomi yang memadai,” tuturnya.

Jawa Timur juga memiliki potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah. Kondisi tersebut membuka peluang investasi di luar kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Pemprov Jatim memiliki dukungan infrastruktur berupa bandara, pelabuhan, serta jaringan konektivitas lainnya. Jawa Timur juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, kawasan industri halal, hingga rencana pengembangan kawasan industri baru.

“Potensi Jawa Timur tersebar di seluruh penjuru. Tidak semuanya crowded. Kesempatannya ada, dan ini menciptakan peluang investasi,” ujar Emil.

Investasi Harus Memberikan Nilai Tambah

Emil mengatakan pemerintah perlu melihat investasi tidak hanya dari besarnya nilai modal yang masuk. Posisi investasi dalam rantai nilai perekonomian daerah juga perlu menjadi perhatian.

Pemerintah, lanjut dia, memiliki peran dalam membangun ekosistem ekonomi yang mampu membuat investasi tumbuh sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

“Strategic direction kita adalah menawarkan peluang investasi bagi calon investor. Kita harus betul melihat di mana posisi investasi ini bagi Jawa Timur,” jelasnya.

Perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat juga mendorong Jawa Timur untuk terus memperbarui ekosistem ekonominya. Emil menilai daerah perlu menjaga daya saing agar tetap memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional.

“World rapidly changing. Dunia terus berbenah. Kalau ekosistem harus di-upgrade supaya kita harus mempertahankan positioning kita,” katanya.

Dalam strategi tersebut, Pemprov Jatim terus mengembangkan konsep Gerbang Baru Nusantara. Emil menjelaskan konsep itu tidak sekadar menempatkan Jawa Timur sebagai pintu masuk investasi, tetapi juga sebagai penggerak terciptanya nilai tambah dalam rantai ekonomi nasional.

“Gerbang Baru Nusantara menjadi strategi perwujudan menjadi orkestrator nilai tambah Indonesia. Kita harus bangun value added, menjadi lebih kompetitif,” ujarnya.

Selain memiliki basis industri dan perdagangan yang kuat, Jawa Timur juga mempunyai posisi strategis sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Berbagai potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun perekonomian daerah yang semakin terintegrasi.

Emil pun mengajak seluruh instansi dan pemangku kepentingan di sektor perekonomian memperkuat kolaborasi serta menjaga optimisme di tengah perubahan ekonomi global.

“Semangat kita Jer Basuki Mawa Beya. Kita kerjakan semuanya dengan keras, dengan optimisme, bagaikan simfoni orkestra. Jadi harus sama-sama optimis di seluruh instansi yang bergerak pada perekonomian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *