Pemkot Semarang Perkuat Pompa dan Polder untuk Antisipasi Banjir 2026

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau pompa dan polder sebagai upaya antisipasi banjir 2026
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau sistem pompa dan infrastruktur pengendali banjir di salah satu kawasan rawan genangan

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan strategi terpadu untuk mengantisipasi potensi banjir pada tahun 2026. Upaya tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur pengendalian air serta penyelesaian penyebab utama banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penambahan ratusan pompa air di berbagai titik rawan genangan.

“Penambahan pompa menjadi bagian penting dari pencegahan. Selain itu, saluran air akan terus kami evaluasi dan dibenahi agar aliran air tetap lancar dan tidak mudah tersumbat,” ujar Agustina, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, banjir yang selama ini melanda Kota Semarang tidak terlepas dari keterbatasan infrastruktur dalam menampung dan mengendalikan limpasan air. Dari hasil kajian yang dilakukan, Kota Semarang membutuhkan sistem polder penampungan air di beberapa lokasi strategis.

Agustina menjelaskan, sistem pompa dan polder harus saling terintegrasi. Polder berfungsi menampung air dari kawasan rendah sebelum dipindahkan ke saluran utama atau langsung dialirkan ke laut menggunakan pompa.

“Penambahan pompa akan difokuskan di kawasan rawan seperti Tawang Mas dan Peterongan. Dengan sistem ini, proses pemindahan air bisa lebih cepat dan waktu genangan dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Semarang memastikan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta unsur TNI agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar risiko banjir besar dapat diminimalkan. Dengan sistem yang lebih baik, Kota Semarang akan semakin siap menghadapi cuaca ekstrem,” kata Agustina.

Ia berharap, jika ancaman banjir berhasil ditekan, stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga dan iklim investasi semakin kondusif.

“Ketika risiko banjir berkurang, dunia usaha dapat beroperasi dengan lebih tenang. Masyarakat pun tidak lagi dihantui kekhawatiran setiap musim hujan,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *