MUI Sumenep Konsolidasi Program 2026, Perkuat Sinergi dan Peran di Wilayah Kepulauan

Rapat konsolidasi MUI Sumenep 2026 di Islamic Center Bindara Saod bahas program dan penguatan sinergi organisasi
Pengurus MUI Sumenep saat mengikuti rapat konsolidasi program tahun 2026 di Islamic Center Bindara Saod

SUMENEP – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar rapat konsolidasi program tahun 2026 di sekretariat yang berlokasi di Islamic Center Bindara Saod, Jumat (1/5/2026).

Ketua Umum MUI Sumenep, Moh Shaleh Abdurahman, dalam arahannya menyampaikan perkembangan terkini di tingkat provinsi, termasuk dinamika kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.

Ia menyebutkan, per April 2026, Abd Halim Soebahar ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur periode 2025–2030, menggantikan Moh Hasan Mutawakkil Alallah yang mengundurkan diri.

“Perubahan kepemimpinan di tingkat provinsi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara bijak, sambil tetap fokus memperkuat peran MUI di daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, KH Shaleh juga mengapresiasi kinerja pengurus MUI Sumenep yang dinilai tetap aktif menjalankan program meski menghadapi berbagai keterbatasan. Bahkan, upaya tersebut mendapat pengakuan dari MUI Jawa Timur.

“MUI Sumenep dinobatkan sebagai daerah dengan upaya terbaik dalam menghidupkan peran MUI di wilayah kepulauan,” ungkapnya.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi MUI Sumenep dalam menjangkau pelayanan keagamaan hingga daerah kepulauan.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Sumenep, Musthafa, memaparkan evaluasi program yang telah berjalan sekaligus rencana kegiatan tahun 2026. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarstruktur organisasi.

“Kita harus memastikan setiap program benar-benar siap dilaksanakan. Peran wakil ketua juga perlu lebih aktif dalam mendampingi komisi agar kegiatan berjalan optimal,” jelasnya.

Ia juga mendorong seluruh komisi untuk membangun sinergi lintas bidang agar program yang dijalankan memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Sinergi antar komisi menjadi kunci agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan,” tambahnya.

Rapat konsolidasi tersebut dihadiri seluruh pengurus harian dan komisi MUI Sumenep. Selain membahas program kerja, forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk merespons berbagai isu keumatan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *