Mahasiswa Magister Unair Jelajahi Batik dan Kearifan Lokal Bangkalan

Mahasiswa Magister PSDM Unair melihat proses pembuatan batik ghentongan Bangkalan
Mahasiswa Magister PSDM Universitas Airlangga mengenal proses pembuatan batik ghentongan dalam kunjungan akademik dan budaya di Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan menjadi tujuan kunjungan akademik dan budaya mahasiswa Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (19/9/2026).

Mengusung tema “Jejak Batik dan Kearifan Lokal Bangkalan”, kegiatan tersebut mengajak mahasiswa mengenal langsung kekayaan budaya sekaligus berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bangkalan.

Kunjungan itu tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat hubungan antara budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, dan potensi pengembangan ekonomi daerah.

Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far menyambut baik kedatangan rombongan mahasiswa Magister PSDM Unair tersebut. Ia menilai kunjungan akademik seperti itu dapat ikut memperkenalkan Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas.

Fauzan juga mengatakan Bangkalan dan Madura kini semakin terbuka terhadap berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, pelaku usaha, serta investor.

Menurutnya, interaksi antara dunia akademik dan daerah dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkenalkan potensi Bangkalan kepada lebih banyak pihak.

Mahasiswa Kenali Potensi Bangkalan

Ketua Program Studi PSDM Universitas Airlangga, Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., berharap kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa.

Ia mendorong mahasiswa tidak hanya memahami materi dari ruang perkuliahan, tetapi juga melihat secara langsung dinamika masyarakat serta potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Peminatan Pemberdayaan Perempuan, Prof. Tuti Budirahayu, M.Si., mengangkat kisah sosial di balik perkembangan batik Bangkalan.

Menurut Tuti, tradisi membatik yang dilakukan perempuan ketika suami mereka pergi berlayar menunjukkan kontribusi perempuan dalam menopang kehidupan keluarga.

Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana perempuan memanfaatkan keterampilan membatik untuk menjalankan kegiatan produktif ketika pasangan mereka bekerja di luar daerah.

Tuti melihat tradisi tersebut sebagai salah satu gambaran relasi gender yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berdaya dan berkontribusi terhadap ekonomi keluarga.

Kenalkan Potensi Ekonomi hingga Pariwisata

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bangkalan, Eko Setiawan, turut memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi daerah kepada rombongan mahasiswa.

Ia memaparkan berbagai sektor yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata hingga industri.

Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai beragam sumber daya yang dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi dan pembangunan Kabupaten Bangkalan.

Dalam rangkaian kunjungan, mahasiswa juga melihat langsung proses pembuatan batik ghentongan, salah satu produk batik khas Bangkalan.

Para mahasiswa mendapat kesempatan mengenal proses produksi sekaligus memahami nilai budaya yang melekat pada batik khas Madura tersebut.

Kunjungan bertema “Jejak Batik dan Kearifan Lokal Bangkalan” itu pun menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *