SUMENEP – Madrasah Diniyah Khairul Wira’i di Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menggelar Lomba Shalawat Istidat dalam rangka Ikhtibar ke-14 dan haul Masyayikh. Kegiatan tahunan ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para santri serta masyarakat sekitar.
Ikhtibar ke-14 dengan tema “Teduh, Teguh, Tangguh” menjadi agenda rutin madrasah sebagai sarana evaluasi pembelajaran sekaligus wadah pengembangan potensi santri di bidang keagamaan. Salah satu cabang lomba yang paling menyedot perhatian adalah Lomba Shalawat Istidat, karena menghadirkan lantunan shalawat yang harmonis, kompak, serta menjunjung tinggi adab Islami sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketua Panitia, Tibyanto, menegaskan bahwa lomba ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Panitia merancang kegiatan tersebut untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat tradisi bershalawat, serta membangun mental dan kepercayaan diri santri sejak dini.
“Melalui Lomba Shalawat Istidat, kami berupaya membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah dan mencintai Rasulullah SAW, sekaligus menjaga kelestarian budaya Islami di lingkungan madrasah,” ujar Tibyanto kepada Falihmedia.com, Minggu (25/1/2026) malam.
Para peserta lomba yang berasal dari berbagai tingkatan kelas tampil penuh semangat di hadapan dewan juri. Tim penilai menitikberatkan aspek kekompakan, kualitas suara, ketepatan irama, serta adab saat melantunkan shalawat.
Melalui rangkaian Ikhtibar ke-14 ini, pihak madrasah berharap santri semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara madrasah, wali santri, dan masyarakat Desa Lembung Barat.
Dengan suksesnya Lomba Shalawat Istidat, Madrasah Diniyah Khairul Wira’i kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.













