Lapas Pamekasan Tampil Memukau di JJS JMP 2026, Pamerkan Karya Kreatif Warga Binaan

Penampilan musik daul dan pameran karya kreatif warga binaan Lapas Pamekasan pada acara Jalan-Jalan Sehat JMP 2026 di Arek Lancor.
Warga binaan Lapas Kelas IIA Pamekasan menampilkan musik daul dan memamerkan karya kreatif dalam kegiatan Jalan-Jalan Sehat Jurnalis Muda Pamekasan 2026 di Arek Lancor.

PAMEKASAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan dengan ikut ambil bagian dalam kegiatan Jalan-Jalan Sehat (JJS) yang diselenggarakan Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Minggu (25/1/2026).

Keikutsertaan Lapas Pamekasan sukses menyedot perhatian ribuan peserta JJS di kawasan Arek Lancor. Penampilan musik daul dan band yang dibawakan warga binaan, serta pameran beragam karya kreatif, membuat suasana kegiatan semakin semarak dan berbeda dari biasanya.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, Lapas Pamekasan juga memamerkan miniatur Monumen Arek Lancor hasil karya warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Miniatur tersebut rencananya akan dijadikan cendera mata bagi pemenang lomba Menu Bergizi Gratis (MBG) terbaik yang menjadi bagian dari rangkaian acara JMP.

Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Pamekasan, Faris, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil pembinaan yang selama ini dijalankan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini kami manfaatkan untuk menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas berjalan positif dan produktif. Warga binaan tidak hanya dibina secara mental, tetapi juga diberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas,” ujar Faris.

Selain pertunjukan musik, stan Lapas Pamekasan turut memamerkan berbagai hasil karya warga binaan, mulai dari produk furnitur hingga olahan tata boga yang memiliki nilai jual.

Baca juga: MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atas Karya Jurnalistik

Faris berharap program pembinaan yang ada dapat terus ditingkatkan, terutama dalam pengembangan keterampilan dan kreativitas warga binaan sebagai bekal hidup mandiri setelah bebas.

“Semua keterampilan ini menjadi life skill agar mereka siap kembali dan berdaya guna di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengikis stigma negatif terhadap warga binaan di mata publik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu, layak, dan siap diterima kembali oleh masyarakat Pamekasan,” tuturnya.

Kehadiran Lapas Pamekasan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung mengaku kagum dengan kualitas produk furnitur yang dipamerkan, serta penampilan musik daul yang dinilai tak kalah menarik dibandingkan pertunjukan di luar lapas.

Melalui kegiatan pameran dan hiburan ini, Lapas Pamekasan berharap dukungan masyarakat terus mengalir demi terciptanya proses pembinaan yang optimal, berkelanjutan, dan mampu mencetak warga binaan yang mandiri serta produktif.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *