Hukrim  

Rutan Raba Bima Optimalkan Wartelsuspas Selama Ramadhan 2026, Pastikan Hak Komunikasi WBP Terpenuhi

Warga binaan Rutan Raba Bima menggunakan Wartelsuspas dengan pengawasan petugas selama Ramadhan 2026.
Petugas Rutan Raba mengawasi warga binaan saat menggunakan layanan Wartelsuspas selama Ramadhan 2026.

BIMA – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Raba mengoptimalkan layanan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sepanjang Ramadhan 2026. Kebijakan ini memastikan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap memperoleh hak komunikasi dengan keluarga sekaligus memperkuat pengawasan terhadap peredaran telepon genggam ilegal di dalam rutan.

Kepala Rutan Raba, Tajudinur, menegaskan bahwa pengelola rutan hanya mengizinkan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi resmi bagi warga binaan. Petugas menjalankan layanan tersebut secara terjadwal dan bergiliran dengan pengawasan ketat demi menjaga keamanan serta ketertiban.

“Ramadhan memiliki makna emosional yang kuat bagi warga binaan. Kebutuhan komunikasi dengan keluarga meningkat, sehingga kami memastikan seluruh warga binaan mendapat kesempatan yang sama,” ujar Tajudinur, Jumat (20/2/2026).

Petugas membuka layanan Wartelsuspas setiap hari kerja pukul 08.00–11.30 WITA dan 15.30–17.30 WITA. Selama Ramadhan, jajaran rutan memperketat pengaturan jadwal agar pelayanan tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu stabilitas keamanan.

Menurut Tajudinur, komunikasi yang intens dengan keluarga berperan penting dalam menjaga stabilitas psikologis warga binaan. Dukungan moral dari keluarga mendorong ketenangan dan meningkatkan kedisiplinan selama menjalani masa pidana.

Selain meningkatkan layanan, pihak rutan juga mempublikasikan dokumentasi kegiatan Wartelsuspas melalui kanal resmi sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat. Langkah ini mempertegas komitmen rutan dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang terbuka dan akuntabel.

Optimalisasi Wartelsuspas sekaligus memperkuat pendekatan pemasyarakatan yang humanis. Pengelola rutan terus menggencarkan upaya pencegahan peredaran telepon seluler ilegal yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

“Pemenuhan hak komunikasi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Kami ingin warga binaan tetap merasakan kehadiran keluarga, terutama di bulan suci Ramadhan. Pembinaan bukan sekadar penegakan aturan, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan dan harapan untuk kembali lebih baik,” tegas Tajudinur.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *