PAMEKASAN – Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Selasa (30/6/2026), untuk mendesak Bupati Pamekasan segera mengakhiri penempatan pelaksana tugas (Plt) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pelayanan publik.
Dalam aksi tersebut, Wakil Bupati Pamekasan Haji Sukriyanto menerima perwakilan massa. Ia menjelaskan bahwa Bupati KH Kholilurrahman tidak dapat menemui peserta aksi karena sedang menjalankan agenda di luar kota.
“Terima kasih kepada massa aksi yang telah datang. Saya mewakili Bupati untuk menemui teman-teman karena beliau sedang berada di luar kota,” ujar Sukriyanto.
Penjelasan tersebut tidak memuaskan massa aksi. Mereka kemudian menuju ruang Sekretariat Daerah (Setda) dan Bagian Umum untuk meminta penjelasan mengenai surat tugas perjalanan dinas Bupati.
Koordinator Lapangan Formatur, Mahendra, mengatakan pihaknya ingin memastikan alasan ketidakhadiran bupati melalui dokumen resmi perjalanan dinas.
“Kami mendatangi Sekda dan Bagian Umum untuk memastikan keberadaan surat tugas Bupati. Namun, kami tidak memperoleh dokumen tersebut,” kata Mahendra.
Menurut Mahendra, pihak Bagian Umum menjelaskan bahwa ajudan bupati menangani administrasi perjalanan dinas kepala daerah.
“Saat kami meminta konfirmasi, kami tidak mendapatkan surat tugas yang dimaksud dari Sekda maupun Bagian Umum,” ujarnya.
Selain mempertanyakan ketidakhadiran Bupati, Formatur juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan segera melakukan reformasi birokrasi dengan mengisi jabatan yang hingga kini masih berstatus pelaksana tugas.
Mahendra menyebut jabatan tersebut meliputi kepala dinas, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, hingga kepala sekolah.
“Kami meminta Bupati segera menetapkan pejabat definitif agar pelayanan publik berjalan lebih optimal dan kepastian birokrasi dapat terwujud,” tegasnya.
Formatur memberikan tenggat waktu selama 7 x 24 jam kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengambil langkah konkret. Apabila tidak ada perkembangan, mereka berencana kembali menggelar aksi lanjutan.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum Setda Pamekasan, Evi, mengaku tidak menangani administrasi surat tugas perjalanan dinas Bupati.
“Saya tidak mengetahui soal surat tugas tersebut. Administrasi perjalanan Bupati diurus oleh ajudan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.














