SUMENEP – Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono meninjau secara langsung progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di sejumlah titik wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.
Peninjauan dilakukan di lima lokasi, yakni Desa Patean Kecamatan Batuan, Desa Saronggi Kecamatan Saronggi, serta tiga desa di Kecamatan Pragaan: Karduluk, Pakamban Laok, dan Sendang.
Dalam keterangannya kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Dandim menjelaskan bahwa program KDMP merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia. Targetnya, seluruh pembangunan KDMP di Indonesia dapat rampung pada akhir Januari 2026.
“Keberadaan KDMP di desa-desa bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat. Melalui koperasi ini, seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan, jual beli, hingga distribusi kebutuhan pokok, dapat dikelola lebih efisien,” ujar Letkol Bendi.
Ia menambahkan bahwa sistem koperasi akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Keuntungan dari kegiatan koperasi akan dibagikan kepada anggota. Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga ikut merasakan hasilnya,” imbuhnya.
KDMP memiliki sejumlah program unggulan, di antaranya penyediaan pangan, pupuk, sembako, gas LPG, hingga layanan kesehatan melalui apotek desa. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun mendapatkan obat-obatan.
“Di Kabupaten Sumenep, KDMP akan dibangun di sekitar 300 titik. Berdasarkan data sementara, sudah terdapat 148 lokasi yang siap dibangun,” ungkap Dandim.
Letkol Bendi Wibisono berharap seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, camat, hingga kepala desa turut mendukung percepatan pembangunan koperasi tersebut di wilayah masing-masing.
“Program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI. Semua pihak harus bergerak cepat agar KDMP segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui peninjauan lapangan ini, Dandim berharap koordinasi antara seluruh instansi dapat berjalan lebih efektif, sehingga pembangunan KDMP di Sumenep selesai tepat waktu dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal menuju kemandirian desa.














