SUMENEP – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 di Kabupaten Sumenep resmi ditutup setelah berlangsung selama 30 hari.
Program yang dipusatkan di Desa Buddi, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, tersebut berhasil menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan fisik dan nonfisik sesuai jadwal yang ditetapkan.
Upacara penutupan TMMD ke-121 Sumenep berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (22/8/2024). Kegiatan dipimpin Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Ramli.
TMMD Sasar Wilayah Kepulauan
Brigjen TNI Ramli mengatakan, TMMD merupakan salah satu inisiatif strategis untuk mempercepat pembangunan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Menurutnya, Desa Buddi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena berada di kawasan kepulauan Kabupaten Sumenep.
“TMMD dirancang untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dan sulit diakses. Pelaksanaan di Desa Buddi ini telah berhasil diselesaikan secara keseluruhan,” ujar Brigjen TNI Ramli seusai upacara penutupan.
Ia mengapresiasi pelaksanaan TMMD di Sumenep, terutama karena berbagai sasaran pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Brigjen TNI Ramli berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat hasil pembangunan tersebut sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat Desa Buddi dapat memanfaatkan hasil program TMMD ini sebaik mungkin,” tambahnya.
Pemkab Sumenep Apresiasi TMMD
Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD ke-121 di Desa Buddi.
Menurutnya, program tersebut memiliki arti penting karena pembangunan tidak hanya menyasar wilayah daratan, tetapi juga menjangkau masyarakat di kawasan kepulauan.
“Kami bangga dengan dedikasi anggota TNI dan semua pihak yang terlibat dalam suksesnya TMMD 2024, terutama dalam pembangunan fasilitas umum di Desa Buddi,” ungkap Dewi Khalifah.
Ia optimistis program TMMD dapat mendorong pembangunan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan potensi unggulan desa. Desa Buddi diketahui memiliki komoditas melon yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat.
“Desa Buddi dikenal dengan komoditas melon unggulannya, dan pembangunan infrastruktur seperti jalan sangat membantu masyarakat setempat,” ujarnya.
Bangun Jalan hingga Rehabilitasi Rumah
Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf. Yoyok Wahyudi, menjelaskan sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan selama pelaksanaan TMMD.
Pembangunan tersebut meliputi jalan rabat di dua titik, yakni Dusun Batu Tali dan Dusun Tembang, Desa Buddi.
Selain itu, personel TMMD mengerjakan pembangunan plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT), pembangunan jalan lapen, serta fasilitas Mandi, Wudhu, Kakus (MWK) di Masjid Darussalam.
Pekerjaan lainnya meliputi pemasangan teras atap UPVC dan pemasangan keramik menuju tempat wudu Masjid Darussalam.
Program TMMD ke-121 Sumenep juga menyasar rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit.
Ada Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain pembangunan fisik, TMMD juga melaksanakan sejumlah kegiatan nonfisik.
Kegiatan tersebut mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, rekrutmen TNI AD, penyuluhan narkotika, pengurusan sertifikat, UMKM, pertanian, keluarga berencana (KB), serta pencegahan stunting.
“Selain sasaran fisik, ada juga kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, rekrutmen TNI AD, penyuluhan narkotika, pengurusan sertifikat, UMKM, pertanian, KB, dan stunting,” pungkas Letkol Yoyok.
Dengan selesainya program tersebut, hasil pembangunan TMMD di Desa Buddi diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan akses, pelayanan, dan aktivitas ekonomi warga di wilayah kepulauan Sumenep.















