SUMENEP – Kondisi ekonomi pekerja budidaya rumput laut di Desa Alasmalang, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, menjadi perhatian. Pendapatan pekerja harian disebut masih berada di kisaran Rp20 ribu hingga maksimal Rp35 ribu per hari.
Keluhan tersebut datang dari para petani dan pekerja budidaya rumput laut yang menghadapi keterbatasan pendapatan sekaligus minimnya modal usaha pada 2026.
Besaran upah disebut berbeda bergantung pada jenis pekerjaan dan beban kerja. Namun, pendapatan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih masyarakat kepulauan juga menghadapi tingginya harga sejumlah kebutuhan.
Kondisi itu mendorong warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka mengusulkan bantuan permodalan serta sarana dan prasarana penunjang budidaya rumput laut.
Bantuan modal dinilai dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, seperti bibit rumput laut, tali, pelampung, serta peralatan budidaya yang layak.
Dengan dukungan tersebut, masyarakat berharap skala produksi dapat meningkat sehingga mampu membuka peluang pendapatan yang lebih baik bagi pekerja harian.
Warga Desa Alasmalang juga berharap pemerintah Kabupaten Sumenep maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan pendampingan teknis dan membantu membuka akses pasar.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha budidaya rumput laut sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Raas.














