SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca maritim di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur diperkirakan mencapai 3,1 meter.
Prakiraan cuaca maritim tersebut berlaku mulai Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB selama 24 jam ke depan, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan berita.
Kondisi cuaca di sejumlah wilayah perairan Jawa Timur terpantau bervariasi. Laut Jawa bagian timur diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal, sedangkan Selat Madura dan perairan selatan Jawa Timur diprakirakan cerah berawan.
Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta tidak mengabaikan potensi peningkatan gelombang, terutama di perairan selatan yang memiliki tinggi gelombang paling besar.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Kalianget Sumenep, Usman Khalid, mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
“Angin timur sangat aktif dan kuat, sehingga membuat gelombang laut tinggi. Sebaiknya hati-hati saat beraktivitas di laut. Jika kondisi cuaca tidak bagus, sebaiknya ditunda dulu aktivitas di lautnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Usman Khalid.
Gelombang Perairan Selatan Jatim Capai 3,1 Meter
Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, terdapat perbedaan kondisi angin dan gelombang di tiga wilayah perairan utama Jawa Timur.
Berikut rincian prakiraan cuaca maritimnya:
Laut Jawa bagian timur
Cuaca diprakirakan berawan tebal dengan angin dominan dari arah timur. Kecepatan angin maksimum mencapai 17 knot atau sekitar 34 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan berkisar 0,3–1,3 meter.
Selat Madura
Kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan dengan angin dominan dari arah timur. Kecepatan angin maksimum mencapai 14 knot atau sekitar 28 kilometer per jam, dengan tinggi gelombang berkisar 0,2–1,0 meter.
Perairan selatan Jawa Timur
Cuaca diprakirakan cerah berawan dengan angin dominan dari arah tenggara. Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot atau sekitar 40 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang diperkirakan berkisar 1,3–3,1 meter.
Dari ketiga wilayah tersebut, perairan selatan Jawa Timur memiliki potensi gelombang tertinggi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan perairan tersebut.
Nelayan Diminta Tidak Memaksakan Diri Melaut
Usman Khalid menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi nelayan ketika menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Ia meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi gelombang dan angin berpotensi membahayakan keselamatan. Pemantauan informasi cuaca sebelum keberangkatan juga penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi di laut.
Sementara itu, kondisi di Selat Madura dan Laut Jawa bagian timur diprakirakan relatif lebih kondusif, dengan tinggi gelombang maksimum masing-masing mencapai 1,0 meter dan 1,3 meter.
Kendati demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati, terutama ketika kecepatan angin meningkat dan kondisi perairan mengalami perubahan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang tidak jelas sumbernya. Informasi mengenai kondisi angin, gelombang, dan potensi cuaca buruk sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca maritim melalui tautan resmi yang dicantumkan dalam bahan informasi BMKG, yakni https://link.bmkg.go.id/bmkgtanjungperak.
Dengan memperhatikan prakiraan cuaca dan mengutamakan keselamatan, risiko kecelakaan laut diharapkan dapat diminimalkan, khususnya di wilayah perairan selatan Jawa Timur yang memiliki potensi gelombang lebih tinggi.













