Kapal Haida Tiba di Banjarmasin Bawa 69 Korban Selamat Virgo Transport 8

Kapal MV Haida membawa 69 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Kapal MV Haida membawa 69 korban selamat Virgo 6 kuTransport 8 tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

BANJARMASIN – Kapal MV Haida tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam, setelah mengevakuasi 69 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Pantauan di Pelabuhan Trisakti menunjukkan MV Haida tiba sekitar pukul 18.00 Wita. Belasan ambulans langsung bersiaga untuk membawa para korban ke lokasi penanganan medis.
Petugas memberikan pemeriksaan awal kepada 69 korban selamat di terminal penumpang Pelabuhan Trisakti. Tim medis kemudian membawa sejumlah korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, Kapal Cahaya Bahari masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Trisakti. Kapal tersebut membawa 22 korban selamat dari kecelakaan Virgo Transport 8.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan tim SAR telah mengevakuasi 113 orang dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 107 orang selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.
“Kami berharap seluruh penumpang yang selamat kondisinya baik, sehingga dapat kembali ke keluarga dengan segera dan dengan kondisi yang baik juga,” kata Dudy dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Basarnas Kerahkan 15 Armada SAR
Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan. Kekuatan tersebut terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan sejumlah kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar bergerak menuju lokasi kecelakaan. Empat kapal perang Republik Indonesia (KRI) TNI AL juga ikut mendekati lokasi kejadian.
“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” ujar Syafii.
Untuk operasi melalui udara, Basarnas mendapat dukungan dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta pesawat Karavan BNPB.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kecelakaan juga membantu pencarian dan pertolongan. Basarnas mengerahkan potensi SAR tersebut untuk mempercepat penanganan kondisi darurat di perairan Laut Jawa.
Syafii menjelaskan unsur darat turut mendukung operasi melalui koordinasi dengan TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan berbagai unsur SAR lainnya. Setiap unsur menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Basarnas Command Center sebelumnya mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Langkah tersebut mendorong kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Tim SAR menjalankan operasi pencarian dan pertolongan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Basarnas tetap memegang kendali koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
Hingga Minggu (13/9/2026), tim SAR mencatat 113 orang telah dievakuasi, terdiri atas 107 korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Petugas masih melanjutkan pencarian terhadap 130 orang lainnya.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *