Siswa Digigit Monyet di SDN 2 Wanagiri, 3 Pengamanan Baru Disiapkan

Siswa digigit monyet di SDN 2 Wanagiri, Buleleng
SDN 2 Wanagiri, Kabupaten Buleleng, mendapat tambahan pengamanan setelah seorang siswa digigit monyet liar di lingkungan sekolah.

BULELENG – Siswa digigit monyet di SDN 2 Wanagiri, Kabupaten Buleleng, setelah seekor monyet liar menyerang seorang siswa di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng kini menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Disdikpora Buleleng akan memasang tambahan kawat pada sejumlah bagian bangunan yang menjadi jalur masuk monyet. Pengamanan terutama menyasar area atap dan plafon yang selama ini kerap menjadi tempat monyet berkumpul.

Kerjasama Media

Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan pihaknya menyesuaikan pengamanan bangunan agar monyet tidak kembali masuk ke lingkungan sekolah.

“Yang direnovasi ini menggunakan beberapa tambahan kawat untuk mengamankan bangunan, karena di bagian atap itu, di atas plafon kerap dijadikan markas,” kata Surya Bharata, Kamis (8/10/2026).

Selain memperkuat bangunan, Disdikpora juga mempertimbangkan penempatan petugas keamanan di sekolah. Petugas tersebut nantinya bertugas mengawasi lingkungan sekolah dan mengantisipasi kemunculan monyet.

Siswa Digigit Monyet, Akses Sekolah Jadi Perhatian

Kondisi lingkungan sekitar SDN 2 Wanagiri turut menjadi perhatian. Bagian belakang sekolah masih terbuka dan belum memiliki pagar, sedangkan kawasan hutan berada tepat di seberang sekolah.

Kondisi tersebut membuat monyet masih memiliki akses untuk mendekati lingkungan sekolah. Karena itu, Disdikpora Buleleng menilai pengamanan tidak cukup hanya dengan memperkuat bangunan.

Sejumlah bangunan kosong di sekitar sekolah juga disebut menjadi tempat monyet berkumpul. Di antaranya bekas kantor kepala desa dan bangunan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sudah tidak digunakan.

“Di sebelah itu ada bekas kantor kepala desa. Bangunan kosong. Jadi itu sering jadi sarang monyet juga. Mereka juga bisa datang ke area sekolah. Nanti akan kami koordinasikan dengan BKSDA Bali,” ujar Surya Bharata.

Disdikpora Buleleng Koordinasi dengan BKSDA Bali

Untuk menangani gangguan monyet secara lebih menyeluruh, Disdikpora Buleleng akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Gangguan monyet di sekitar sekolah dan sejumlah fasilitas umum di Desa Wanagiri disebut telah berlangsung cukup lama. Karena itu, penanganan membutuhkan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam konservasi satwa liar.

Disdikpora berharap koordinasi tersebut dapat membantu mengurangi risiko monyet kembali memasuki lingkungan sekolah. Langkah itu juga diarahkan untuk menjaga keselamatan siswa dan warga sekolah lainnya.

Kronologi Siswa Digigit Monyet di SDN 2 Wanagiri

Siswa yang menjadi korban, I Gusti Kopang Merta Wijaya (9), mengalami luka pada bagian pinggul kiri setelah diserang monyet.

Surya Bharata menjelaskan, korban diserang dari belakang ketika berjalan kembali dari toilet. Saat kejadian, terdapat dua ekor monyet di lingkungan sekolah, tetapi hanya satu ekor yang menyerang korban.

“Korban diserang dari belakang. Saat kejadian ada dua ekor monyet di sekolah tersebut, namun yang menyerang korban hanya satu ekor,” terang Surya Bharata.

Korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sukasada dan menerima Vaksin Anti Rabies (VAR). Saat ini, korban masih menjalani pemulihan karena luka akibat gigitan tersebut sempat mendapatkan jahitan.

“Korban astungkara sehat dari sisi fisik. Tidak trauma. Sekarang masih pemulihan luka, karena habis dijahit, jadi kami istirahatkan dulu,” tandasnya.

3 Langkah Pengamanan SDN 2 Wanagiri

Disdikpora Buleleng menyiapkan beberapa langkah untuk memperkuat pengamanan sekolah setelah insiden tersebut.

Pertama, tambahan kawat akan dipasang pada bagian bangunan yang menjadi akses masuk monyet, terutama area atap dan plafon. Kedua, penempatan petugas keamanan di sekolah turut dipertimbangkan untuk membantu mengawasi lingkungan.

Ketiga, Disdikpora akan berkoordinasi dengan BKSDA Bali untuk menangani keberadaan monyet di sekitar sekolah dan fasilitas umum di Desa Wanagiri.

Rangkaian langkah tersebut diharapkan dapat mencegah siswa digigit monyet di SDN 2 Wanagiri kembali terjadi. Pengamanan tidak hanya diarahkan pada bangunan sekolah, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Dengan penguatan bangunan, pengawasan lingkungan, dan koordinasi dengan instansi terkait, Disdikpora Buleleng berupaya mengurangi risiko gangguan monyet terhadap siswa maupun warga sekolah.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *