Daerah  

Pemkot Serang Genjot Revitalisasi Total Alun-Alun, Jalan Ditutup Sementara

Revitalisasi Alun-Alun Kota Serang dengan penutupan jalan dan pembangunan ruang terbuka hijau serta ikon Golok Banten
Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau lokasi proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Serang yang mulai ditutup sementara.

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah tegas menjawab kritik publik terkait jalan berlubang di pusat kota. Pemkot tidak lagi melakukan perbaikan tambal sulam, melainkan langsung menjalankan proyek besar revitalisasi total Alun-Alun Kota Serang.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga mengapresiasi kritik warga yang dinilai membantu pemerintah dalam memperbaiki kualitas pembangunan kota.

Budi menegaskan, Pemkot tidak bisa menutup lubang jalan secara sementara karena rencana pembangunan menyeluruh sudah masuk dalam anggaran resmi. Ia menilai langkah tambal sulam justru berpotensi melanggar aturan karena menimbulkan anggaran ganda.

“Kami harus patuh pada aturan. Jika sudah ada rencana pembangunan total, kami tidak bisa melakukan perbaikan sementara,” ujar Budi saat meninjau lokasi, Jumat (17/4/2026).

Sebagai langkah darurat, Pemkot Serang menutup akses jalan yang membelah kawasan alun-alun mulai hari ini. Penutupan ini bertujuan menjaga keselamatan pengendara hingga proses lelang konstruksi selesai.

Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa proyek ini akan mengubah wajah pusat kota secara signifikan. Pemkot akan menyatukan Alun-Alun Barat dan Timur dengan menghilangkan jalan aspal di tengah kawasan.
“Seluruh area akan kami ubah menjadi ruang terbuka hijau yang luas dan ramah bagi pejalan kaki,” jelas Iwan.

Pemkot juga akan membangun zona pedestrian penuh dengan material batu andesit yang lebih kuat dan estetis dibandingkan aspal. Selain itu, tim akan memperbaiki seluruh jalur pedestrian yang rusak akibat akar pohon maupun vandalisme.

Sebagai ikon baru, Pemkot akan membangun monumen Golok Banten di titik pusat kawasan. Monumen ini akan menjadi simbol identitas Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Iwan menambahkan, proyek revitalisasi ini akan terintegrasi dengan rencana pembangunan Jalan Diponegoro yang digagas Pemerintah Provinsi Banten. Integrasi tersebut diharapkan menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertata, modern, dan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan.
Pemkot Serang meminta masyarakat untuk bersabar selama masa transisi dan proses administrasi berlangsung. Pemerintah juga akan segera merilis desain visual proyek melalui media sosial resmi agar publik dapat melihat gambaran akhir revitalisasi.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *