PAMEKASAN – Sebanyak 5.400 tanaman semangka golden yang tumbuh di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, Jawa Timur, mulai memasuki masa panen. Panen perdana berlangsung pada Selasa (15/9/2026).
CV Ayunda Sejahtera, Lapas Kelas IIA Pamekasan, dan Kelompok Tani Sanren Pamekasan Keren mengembangkan tanaman semangka golden tersebut melalui program kemitraan pertanian hortikultura.
Program ini tidak hanya mengejar hasil produksi pertanian. Pengelola juga melibatkan warga binaan dalam proses budidaya sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan keterampilan.
Warga binaan mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari penanaman, perawatan, pemupukan hingga panen. Petani berpengalaman turut memberikan pendampingan agar mereka memahami teknik budidaya secara langsung.
Manager Eksternal CV Ayunda Sejahtera, Samhari, mengatakan pihaknya menginisiasi kerja sama tersebut untuk mengoptimalkan lahan Lapas agar menghasilkan manfaat produktif sekaligus menjadi tempat pembelajaran bagi warga binaan.
“Kami melibatkan warga binaan mulai dari penanaman, perawatan sampai proses panen. Selama pelaksanaannya, mereka juga mendapatkan pendampingan dari petani yang berpengalaman,” kata Samhari.
Dalam program tersebut, CV Ayunda Sejahtera menyediakan sarana, prasarana, dan modal usaha. Sementara itu, Kelompok Tani Sanren Pamekasan Keren memberikan pendampingan teknis serta berbagi pengetahuan dan teknologi pertanian.
Samhari menegaskan, keberhasilan program tidak hanya terlihat dari jumlah produksi semangka. Pihaknya juga menargetkan peningkatan keterampilan warga binaan agar mereka memiliki bekal produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap program ini benar-benar tepat guna dan memberikan manfaat nyata. Yang paling penting, ketika warga binaan nantinya bebas, mereka memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Pendampingan berlangsung sejak pengelola memilih benih hingga proses pemupukan, perawatan tanaman, dan pemanenan. Praktik langsung tersebut memberikan pengalaman kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang pertanian.
Selain semangka golden, Lapas Kelas IIA Pamekasan juga memanfaatkan lahannya untuk menanam jagung, tomat, dan labu.
Kemitraan pertanian tersebut rencananya akan terus berkembang. CV Ayunda Sejahtera menyiapkan lahan tambahan di sekitar Lapas untuk memperluas kegiatan pertanian sekaligus mengembangkan peternakan kambing.
“Panen perdana ini menjadi langkah awal. Ke depan, kami berencana membuka lahan baru, bukan hanya untuk pertanian, tetapi juga pengembangan peternakan kambing di bagian belakang Lapas. Insyaallah bisa berjalan dengan baik,” tutur Samhari.
Panen perdana semangka golden itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, A.Md.I.P., S.Sos., M.H.
Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan Almara Sugandi, S.T.; Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Pamekasan Moh. Alwi, S.Sos., M.Si.; Rektor Universitas Madura Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M.; Direktur CV Ayunda Permata Sejahtera Bambang Budianto yang diwakili Samhari; serta Founder Bani Insan Peduli (BIP) Ali Zainal Abidin.
Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi Korwil Madura, jajaran Lapas Kelas IIA Pamekasan, serta sejumlah tamu undangan juga mengikuti kegiatan panen tersebut.
Program pertanian di Lapas Pamekasan diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mengoptimalkan lahan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat.
















