SUMENEP – Sebanyak 147 jamaah Ittisholana dari empat desa di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, diberangkatkan untuk mengikuti Haul di Alun-Alun Situbondo, Sabtu (18/7/2026). Keberangkatan rombongan diawali dengan prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Pelabuhan Desa Aenganyar.
Pembina Ittisholana, KH Zuhdi Salim, secara langsung melepas keberangkatan para jamaah yang akan menyeberang dari Pulau Giligenting menuju daratan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Situbondo.
Suasana penuh kekeluargaan dan doa bersama mengiringi keberangkatan rombongan. Para jamaah tampak antusias mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin digelar sebagai ajang mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kepada para ulama.
Sekretaris Ittisholana, Susriyadi, S.Pd.I, mengatakan seluruh jamaah telah dipersiapkan sejak jauh hari agar proses keberangkatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
“Total jamaah yang berangkat sebanyak 147 orang dari empat desa di Kecamatan Giligenting. Setelah menyeberang dari Pulau Giligenting, perjalanan menuju Alun-Alun Situbondo dilanjutkan melalui jalur darat,” ujar Susriyadi kepada Falihmedia.com.
Ia menjelaskan panitia menyiapkan sembilan armada bus mini untuk mengangkut seluruh jamaah dari pelabuhan menuju lokasi pelaksanaan haul di Situbondo.
Menurutnya, penggunaan bus mini dipilih karena lebih efektif dalam mengatur mobilitas rombongan sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan terkoordinasi.
Selain memastikan kesiapan transportasi, panitia juga melakukan berbagai persiapan teknis guna menjamin kelancaran perjalanan hingga rombongan kembali ke Kecamatan Giligenting.
Susriyadi berharap seluruh jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan haul dengan penuh kekhusyukan serta memperoleh keberkahan selama perjalanan.
“Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan dapat mengikuti seluruh rangkaian haul dengan khusyuk, kemudian kembali ke Giligenting dalam keadaan selamat,” katanya.
Keberangkatan ratusan jamaah ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan religius, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di antara anggota Ittisholana. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat solidaritas serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di Kecamatan Giligenting.














