FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta USAID ERAT menggelar Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pemenuhan Hak Disabilitas. Acara berlangsung di Potre Koneng Hall Bappeda Sumenep pada 5–6 November 2024.
Workshop ini bertujuan mempercepat lahirnya kebijakan pelayanan publik yang inklusif, adil, dan setara bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sumenep.
Koordinator Provinsi Jawa Timur USAID ERAT, Mohamad Iksan, memberikan apresiasi kepada Pemkab Sumenep atas komitmennya dalam pemenuhan hak-hak disabilitas.
“Antusiasme dari berbagai sektor terlihat jelas dalam workshop ini. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan publik yang setara bagi penyandang disabilitas,” ungkapnya secara virtual, Selasa (5/11/2024).
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Drs. Mustangin, M.Si, juga menegaskan pentingnya sinergi semua pihak untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Dengan workshop ini, kita berharap terbentuk sistem pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Teknologi akan menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Putra, S.Sos, M.Si, turut hadir sebagai narasumber. Ia menyoroti pentingnya pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
UU tersebut menegaskan adanya penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk penyediaan aksesibilitas dan akomodasi yang layak.
Workshop yang dipandu oleh District Facilitator USAID ERAT Kabupaten Sumenep, Devi Ratna Handini, juga menghadirkan sesi diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diskusi ini menggali masukan dan rekomendasi dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemenuhan Hak Disabilitas.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Sumenep diharapkan mampu mempercepat terwujudnya layanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas di semua sektor.













