SUMENEP — Warga Dusun Julung, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, berhasil menyelesaikan pengaspalan jalan sepanjang 700 meter secara mandiri. Aksi ini dilakukan demi memperbaiki akses jalan utama yang rusak parah selama bertahun-tahun.
Kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan, berubah menjadi kubangan air, sehingga menyulitkan aktivitas warga, seperti mengantar anak ke sekolah, pergi ke pasar, hingga menuju masjid.
Melihat kondisi itu, warga tak lagi menunggu bantuan dari pemerintah. Mereka berinisiatif menggalang dana secara sukarela, dan bahu-membahu melakukan pengaspalan dengan alat dan peralatan seadanya. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga orang tua.
“Kami gotong royong dan iuran seikhlasnya. Yang penting akses jalan ini bisa nyaman dilalui,” ujar Sufyan, salah satu warga, Selasa (15/7/2025).
Dengan semangat kolektif, warga menyelesaikan pengaspalan dalam waktu dua hari. Kini, jalan yang sebelumnya rusak sudah bisa digunakan dengan aman dan nyaman, memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Kepala Desa Galis, Akhmad Safri Wiarda, menyampaikan apresiasinya atas solidaritas dan kepedulian warga Dusun Julung.
“Ini adalah contoh nyata semangat gotong royong dalam pembangunan desa,” katanya.
Safri menambahkan bahwa pemerintah desa juga akan melanjutkan pembangunan jalan di bagian timur Dusun Julung Lao’ sepanjang 200 meter menggunakan Dana Desa (DD). Selain itu, sebagai bentuk dukungan, pemerintah desa turut menanggung biaya operasional alat berat seperti tandem roller (dalam bahasa Madura disebut salender).
“Kami bantu seluruh biaya operasional alat berat yang digunakan dalam proses pengaspalan,” tandasnya.
Gotong royong warga Dusun Julung ini tidak hanya berhasil membangun infrastruktur, tapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa secara mandiri.














