Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Saudi

Avatar of Aruel Fauzan
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan imbauan penerbangan langsung bagi jemaah umrah Indonesia menuju Arab Saudi
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia memilih penerbangan langsung ke Madinah dan Jeddah menyusul perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia memilih maskapai dengan penerbangan langsung atau direct flight menuju Madinah dan Jeddah. Imbauan ini disampaikan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk laporan serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi.

Dahnil meminta calon jemaah menghindari penerbangan yang mengharuskan transit di tengah kondisi keamanan kawasan yang masih menjadi perhatian.

Kerjasama Media

“Saat ini kita mengimbau jamaah agar memilih maskapai yang terbang direct ke Madinah dan Jeddah. Bukan maskapai yang transit,” kata Dahnil kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Bagi jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi, Dahnil mengingatkan agar tetap memprioritaskan kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah. Ia juga meminta jemaah tidak melakukan perjalanan wisata ke luar kedua kota suci tersebut.

“Yang di sana tetap hanya fokus kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah, tidak melakukan perjalanan wisata keluar Makkah dan Madinah,” ujarnya.

Dahnil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, otoritas Kerajaan Arab Saudi menyatakan penerbangan dan aktivitas ibadah di dua kota suci masih dalam kondisi aman dan terkendali. Catatan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, menurut dia, juga menunjukkan kondisi serupa.

“Sampai hari ini, pihak otoritas Kerajaan Saudi Arabia menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di dua Tanah suci aman dan terkendali, begitu juga dengan catatan Kementerian Luar Negeri RI,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan Kementerian Haji dan Umrah terkait penyelenggaraan ibadah umrah terus dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri. Koordinasi tersebut dinilai penting karena menyangkut perlindungan warga negara Indonesia (WNI) sekaligus hubungan diplomatik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.

“Kebijakan Kemenhaj terkait keputusan kegiatan umrah selalu dikoordinasikan dengan Kemenlu RI karena terkait dengan perlindungan WNI dan Hubungan Diplomatik kita dengan KSA. Kami berharap, negara-negara yang berkonflik bisa menahan diri, demi perdamaian di timur tengah, dan kemanusiaan,” tuturnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Al Jazeera dan Reuters, peristiwa pada Kamis (22/10/2026) tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan delapan orang lainnya terluka.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan tersebut mengakibatkan kerusakan material. Penilaian terhadap dampak kerusakan dilaporkan masih berlangsung, sementara rincian lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut belum dijelaskan.

Di sisi lain, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, menyatakan sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone di Provinsi Timur, Arab Saudi.

Di tengah perkembangan situasi tersebut, jemaah umrah Indonesia diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait, mematuhi arahan keselamatan, serta berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah masing-masing untuk memastikan keamanan perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *